Banyak Perempuan Rela Telanjang Bikin Nilai Bitcoin Tembus Rp 10 Juta

Banyak Perempuan Rela Telanjang Bikin Nilai Bitcoin Tembus Rp 10 Juta


Jakarta - Pergerakan nilai mata uang digital Bitcoin sangat fluktuatif dan cepat menguat. Salah satu faktor pendorongnya yakni transaksi di industri esek-esek.

Tidak dapat dipungkiri, dengan makin populernya bitcoin, makin banyak pula transaksi yang dapat dilakukan. Mulai dari yang legal, menyerupai membeli produk sehari-hari, hingga yang ilegal.

Banyaknya transaksi ilegal ini dipicu oleh bebasnya penggunaan bitcoin. Selain bebas, transaksi bitcoin juga tidak meninggalkan jejak sehingga tidak dapat dilacak oleh siapapun. Pasalnya transaksi ini hanya melibatkan antara pembeli dan penjual, tidak lewat bank maupun pihak lain.

Situs The Kernel menulis, pornografi punya tugas besar dalam perkembangan teknologi. Hal ini berkaitang eksklusif dengan bitcoin yang merupakan mata uang berbasis teknologi menyerupai dikutip, Senin (16/12/2013).

Situs majalah asal Australia itu juga menceritakan bahwa salah satu situs remaja yang pembayarannya memakai bitcoin, yaitu R***t.om menjadi sangat popular di negeri kangguru tersebut. Bahkan, situs tersebut dianggap sebagai red light district-nya dunia maya di Australia.

Seperti layaknya situs s*******n.com, situs ini juga memfasilitasi para perjaka atau pemudi yang ingin mendapat bitcoin dengan cara memperlihatkan anggota tubuhnya melalui video atau webcam.

Sangat gampang menciptakan akun di situs ini, hanya perlu memasukan alamat dompet digital, sesudah itu tinggal menentukan perempuan atau laki-laki yang ingin dilihat video atau web cam-nya.

Transaksi-transaksi ilegal inilah yang dipercaya menciptakan nilai tukar bitcoin menjadi sangat tinggi. Awal tahun ini nilainya masih US$ 13 per bitcoin, bandingkan dengan bulan ini yang melejit hingga US$ 1.200.

Penilaian pemerintah dan bank sentral di seluruh dunia pun terbagi, antara pro dan kontra terhadap mata uang ini. Uni Eropa sudah mengeluarkan imbauan atas bahayanya bitcoin ini pekan lalu.




Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2