Bisnis Uang Sakti Bitcoin, 3 Cowok Ini Raup Rp 45 Juta Per Hari

Bisnis Uang Sakti Bitcoin, 3 Cowok Ini Raup Rp 45 Juta Per Hari

Foto: ReutersFoto: Reuters

Jakarta - Bermula dari iseng, Oscar Darmawan dan kedua temannya William Sutanto dan Ricky Andrian membeli uang digital berjulukan Bitcoin di harga US$ 8 pada Juli 2012. Keinginannya untuk membeli mata uang fenomenal ini hanya dikarenakan mengikuti tren digital saja.

Namun berselang beberapa bulan, fluktuasi harga mata uang Bitcoin ini mendatangkan rezeki nomplok sendiri kepada tiga orang tersebut. Mata uang ini melambung hingga mencapai US$ 100 per 1 Bitcoin.

"Beberapa waktu kemudian ada krisis di Siprus, hal ini membuat nilai tukar dolar dan euro pun jatuh. Ternyata banyak yang mengalihkannya ke Bitcoin alasannya memang harganya elok di US$ 8 hingga US$ 9 per satu Bitcoin dan stabil," kata Oscar dikala berbincang dengan detikFinance di daerah Mampang, Jumat (13/12/2013).

Namun alasannya undangan Bitcoin yang tinggi akibatnya 1 Bitcoin mencapai US$ 100 hingga US$ 200. "Atas dasar inilah kita mencari peluang untuk membuka bisnis perdagangan atau jual beli Bitcoin di Indonesia," kata Oscar.

Akhirnya Oscar menginisiasi pendirian Bitcoin Indonesia. Bitcoin Indonesia ini, sambung Oscar merupakan perusahaan yang pertama dan terpercaya melayani jual beli bitcoin online (BTC online) melalui situs www.bitcoin.co.id

CEO dari PT Bumi Intermedia ini mengungkapkan, bisnis Bitcoin di Indonesia masih belum seramai di China maupun di Amerika sendiri. Namun seiring dengan fluktuasi Bitcoin yang cukup tinggi akibatnya banyak yang mulai berinvestasi di mata uang Bitcoin.

"Pekan kemudian 1 Bitcoin itu mencapai US$ 1.200 dan kini agak stabil di US$ 900-an," kata Dia.

Dengan jaringan yang luas dan keahlian di dunia marketing internet, Oscar bisa membeli Bitcoin dari beberapa pedagang di luar negeri untuk kemudian dijual kembali di Indonesia.

"Ya kini ini stok Bitcoin kita sudah mencapai 130 Bitcoin. Dan ini kita akan terus memburu Bitcoin untuk diperdagangkan," jelasnya.

Pemuda berumur 28 tahun yang juga co-founder dari Ads-Id.com (Komunitas Internet Marketing Terbesar di Indonesia) ini pun mendulang hasil yang cukup tinggi. Transaksi Bitcoin Indonesia yang merupakan perusahaan patungannya dengan kedua temannya bisa mencapai Rp 45 juta per hari.

"Itu nilai transaksi per hari itu mencapai Rp 45 juta per hari. Sekitar 5 Bitcoin lah laris per hari, jika dirupiahkan kan mencapai Rp 45 juta dengan kurs 1 Bitcoin sama dengan Rp 9 jutaan," paparnya.

"Ya jika kita kan punya stok 130 Bitcoin ya jika ditukarkan semua bisa Rp 1 miliar lebih. Tapi kan kita jual beli jadi buat modal lagi," ungkap Oscar.

Seperti pernah dibahas di detikFinance, fenomena Bitcoin ini memang menghebohkan otoritas moneter dan dunia maya. Mata uang ini dipakai untuk membeli banyak sekali macam jenis barang secara internasional dari ponsel hingga mobil.

Bitcoin merupakan mata uang digital yang diperkenalkan di dunia pertama kali pada 2009 oleh seorang tak dikenal yang memakai nama alias Satoshi Nakamoto.

Dalam transaksi Bitcoin, tidak memakai perantara, atau tanpa bank. Selain itu, tidak ada komisi atau biaya manajemen untuk tiap transaksi. Setiap pembeli juga tidak perlu menunjukkan nama asli.

Saat ini, sudah banyak merchant yang mendapatkan transaksi Bitcoin. Dengan mata uang digital ini, Anda sanggup membeli pizza, biaya memasang website, hingga barang-barang lainnya.

Bitcoin juga dinilai sebagai transaksi yang sederhana dan murah, alasannya pembayaran tidak terikat pada negara tertentu dan tanpa regulasi. Pelaku perjuangan mikro sangat menyukai transaksi menyerupai ini alasannya tidak ada biaya kartu kredit. Sejumlah orang hanya membeli Bitcoin sebagai investasi, dan berharap nilainya bisa meningkat dalam waktu tertentu.

Sayangnya, mata uang virtual membuat daya tarik bagi para penjahat cyber, pelaku money laundering dan berbagai jenis kejahatan lainnya.

Maka dari itu beberapa negara, menyerupai Korea Selatan dan China, sudah melarang penggunaan Bitcoin dalam bertransaksi. Otoritas negara lain menyerupai Prancis dan Thailand pun sudah was-was mengenai peredaran mata uang gres yang dikenal 'sakti' ini.

Sampai dikala ini Bank Indonesia (BI) masih mencari legalitas dari penggunaan Bitcoin. Di Indonesia pun memang sudah beredar dan banyak yang mulai bertransaksi memakai mata uang tersebut.

"Tetapi kita belum bisa mengeluarkan pernyataan lebih jauh. Kita masih dalam tahapan untuk mengkajinya. Bagaimana legalitas dan proses pengawasannya," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi Johansyah.

Lebih jauh Difi mengatakan, masyarakat perlu berhati-hati dalam bertransaksi dengan Bitcoin. Karena, sambungnya tidak ada forum yang mengawasinya.

"Jika suatu hal terjadi kepada nasabah, BI tidak bisa juga bertanggung jawab. Kaprikornus dikala ini imbauan saja biar berhati-hati," kata Difi.

Jadi apakah Bitcoin ini bisa jadi mata uang dunia di masa depan?





Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2