Bitcoin Bukan Rupiah, Penggunaannya Melanggar Uu

Bitcoin Bukan Rupiah, Penggunaannya Melanggar Uu

Foto: ReutersFoto: Reuters

Jakarta - Bank Indonesia (BI) memastikan mata uang digital Bitcoin bukan mata uang resmi ibarat rupiah. Dengan demikian, kalau mengacu kepada undang-undang maka penggunaan bitcoin di Indonesia termasuk sebuah pelanggaran.

"UU mengatur mata uang yang digunakan di Republik Indonesia ialah rupiah. Kalau kita pakai bitcoin kan bukan rupiah. Kaprikornus kan ngelanggar UU," ungkap Deputi Gubernur BI Ronald Waas di kantor sentra BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (20/12/2013)

Ia menuturkan penggunaan Bitcoin di dalam negeri belum banyak. Beberapa pihak yang menggunakan, biasanya untuk bertransaksi di media internet tanpa melibatkan barang fisik.

"Kalau pertanyaannya marak atau belum, belum. Tapi sudah ada orang Indonesia yang sudah pakai. Kaprikornus kayak member kan. Mereka belanja di internet terutama," ujarnya.

Ronald menyampaikan prosedur Bitcoin bekerjsama tidak jauh berbeda dengan kartu kredit. Di mana dalam fungsinya ialah sebagai alat pembayaran.

"Jadi itu bentuk lebih lanjut dari paypal. Kaprikornus kalau paypal kan masih pakai kartu kredit kalau ini uang negara manapun ditukar dalam bentuk Bitcoin," paparnya.

Seperti diketahui beberapa negara di Eropa dan Amerika Serikat (AS) sudah banyak warganya yang terbiasa dengan transaksi uang digital tersebut.

Transaksi bitcoin yang tak dapat dilacak dan kondusif jejaknya itu tidak hanya digunakan untuk transaksi ilegal. Banyak juga warga yang menggunakannya untuk berbelanja barang kebutuhan sehari-hari.




Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2