Heboh Soal Bitcoin, Mata Uang Gres Di Dunia Maya

Heboh Soal Bitcoin, Mata Uang Gres Di Dunia Maya


Jakarta - Beberapa otoritas di aneka macam negara tengah dihebohkan oleh munculnya sejenis mata uang gres berjulukan Bitcoin. Mata uang ini dipakai untuk membeli aneka macam macam jenis barang secara internasional dari ponsel hingga mobil.

Seperti dikutip dari CNNMoney, Rabu (11/12/213) Bitcoin merupakan mata uang digital yang diperkenalkan di dunia pertama kali pada 2009 oleh seorang tak dikenal yang memakai nama alias Satoshi Nakamoto.

Dalam transaksi Bitcoin, tidak memakai perantara, atau tanpa bank. Selain itu, tidak ada komisi atau biaya manajemen untuk tiap transaksi. Setiap pembeli juga tidak perlu menunjukkan nama asli.

Saat ini, sudah banyak merchant yang mendapatkan transaksi Bitcoin. Dengan mata uang digital ini, Anda sanggup membeli pizza, biaya memasang website, hingga barang-barang lainnya.

Bitcoin juga dinilai sebagai transaksi yang sederhana dan murah, sebab pembayaran tidak terikat pada negara tertentu dan tanpa regulasi. Pelaku perjuangan mikro sangat menyukai transaksi menyerupai ini sebab tidak ada biaya kartu kredit. Sejumlah orang hanya membeli Bitcoin sebagai investasi, dan berharap nilainya sanggup meningkat dalam waktu tertentu.

Sayangnya, mata uang virtual membuat daya tarik bagi para penjahat cyber. Cara setiap Bitcoin muncul didasarkan pada operasional matematika yang dikenal sebagai ‘mining’ pada hardware komputer.

Sebuah website belanja online, Silk Road, ditutup pihak berwajib Amerika Serikat sebab terbukti dipakai untuk perdagangan narkoba, senjata, software peretas website, bahkan jasa tukang pukul.

FBI eksklusif menangkap pemilik website, William Ulbricht (29 tahun), di Kota San Francisco. Menurut petugas, dalam menjalankan bisnis ilegalnya, Ulbricht memakai nama online Dread Pirate Roberts.

Menurut FBI, melalui website ini, terjadi transaksi bitcoin (mata uang digital) senilai US$ 1,3 miliar dan pemilik website mendapatkan US$ 80 juta.

Bank Indonesia (BI) pun eksklusif membentuk tim khusus guna menelusuri lebih jauh transaksi yang memakai Bitcoin khusus di Indonesia.

"Kita telusuri lebih jauh lewat tim khusus. BI semenjak beberapa usang telah melaksanakan pengkajian terhadap penggunaan Bitcoin di Indonesia," kata Direktur Eksekutif Departemen Humas BI, Difi Johansyah.

Menurut Difi, pengkajian tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana penggunaan Bitcoin di Indonesia. "Kita ingin tidak ada nasabah yang dirugikan akhir mempunyai Bitcoin bahkan kalau memakai uang ajaib ini untuk bertransaksi," kata Difi.




Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2