Singapura Lepas Tangan Soal Bisnis Bitcoin Di Negaranya

Singapura Lepas Tangan Soal Bisnis Bitcoin Di Negaranya

Foto: ReutersFoto: Reuters

Singapura - The Monetary Authority of Singapore (MAS) alias bank sentral Singapura tetapkan untuk tidak ikut campur dalam transaksi Bitcoin yang dilakukan di negaranya.

"Apakah perusahaan boleh mendapatkan pembayaran berupa Bitcoin untuk produk dan jasanya, MAS tidak akan ikut campur," kata email yang diterima Coin Republic, sebuah perusahaan jual-beli Bitcoin di Singapura, menyerupai dikutip TechAsia, Selasa (24/12/2013).

Pemerintah Singapura selama ini memang tidak mengatur transaksi yang dilakukan mata uang digital, jadi pernyataan bank sentral tersebut seolah menegaskan bahwa meski tidak diatur tapi transaksi pemakaian di Bitcoin di negeri jiran itu sah-sah saja.

Namun, MAS juga tidak membisu saja. Pada September kemudian bank sentral Singapura itu sudah mengeluarkan peringatan kepada warganya akan risiko dan ancaman transaksi cryptocurrency.

Pergerakan nilai tukar mata uang digital yang satu ini memang sudah sangat fluktuatif. Sejak awal tahun yang masih berada di kisaran US$ 13 pribadi melonjak ke posisi tertingginya di awal Desember sekitar US$ 1.200.

"Jika Bitcoin ini tiba-tiba berhenti ditransaksikan, tidak ada pihak yang bertanggung jawab untuk mencairkan dana pemakainya, begitu juga jikalau ada yang ingin protes," kata MAS dalam keterangan tertulis.

Pengumuman yang dikeluarkan MAS ini menyusul larangan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah China terhadap BTC China, situs jual beli Bitcoin terbesar di dunia. Larangan ini menciptakan nilai Bitcoin jatuh sampai ke kisara US$ 500.

Negara-negara lain di dunia menyikapi tren Bitcoin ini dengan perilaku yang berbeda-beda. Menurut pendiri Coin Republic David Moskowitz, Jerman sudah bersikap sangat terbuka, sementara Inggris menentukan tidak keluarkan hukum tapi menarik pajak dari setiap transaksi.

Sementara Jepang menentukan untuk lepas tangan menyerupai Singapura, Kanada mengeluarkan hukum yang tidak terlalu ketat tapi terus memantau dengan seksama. Amerika Serikat (AS) mendapatkan mata uang ini dengan terbuka sambil merumuskan peraturan gres terkait tata cara jual beli dan tingkat pajaknya.

Sedangkan Bank Indonesia (BI) menyatakan Bitcoin bukanlah mata uang resmi menyerupai rupiah. Dengan demikian, jikalau mengacu kepada undang-undang maka penggunaan Bitcoin di Indonesia termasuk sebuah pelanggaran.

"UU mengatur mata uang yang digunakan di Republik Indonesia ialah rupiah. Kalau kita pakai bitcoin kan bukan rupiah. Kaprikornus kan ngelanggar UU," ungkap Deputi Gubernur BI Ronald Waas di kantor pusat BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat pekan lalu.

Apa saja barang-barang yang sanggup dibeli pakai Bitcoin? Ada yang legal, tapi ada juga yang ilegal.




Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2