Awas! Pakai Bitcoin Anda Dapat Kena Pidana

Awas! Pakai Bitcoin Anda Dapat Kena Pidana


Jakarta - Bank Indonesia (BI) menegaskan penggunaan mata uang virtual Bitcoin dihentikan di Indonesia. Alasannya, Bitcoin bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Alat pembayaran sah satu-satunya di Indonesia yaitu rupiah.

"Bitcoin bukan alat pembayaran yang sah. Di sini dilarang. Satu-satunya alat pembayaran yang sah yaitu rupiah," ujar Direktur Departemen Komunikasi BI Pieter Jacobs di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Kamis (6/2/2014).

Pieter mengatakan, larangan tersebut sesuai dengan UU Mata Uang di Indonesia yang menyebutkan, alat pembayaran yang sah di Indonesia yaitu rupiah. Selain rupiah, maka alat pembayaran lain tidak sah dan dapat diberikan hukuman apabila melanggar.

"Di sini dihentikan berdasarkan aturan oleh UU mata uang kita. Itu masuk ke ranah pidana ke pengadilan. BI dapat mengadukan ke pengadilan. Bisa kena pidana Bitcoin," tegasnya.

Pieter menjelaskan, peredaran Bitcoin punya risiko besar. Pasalnya, tidak dapat diketahui secara terang dan niscaya siapa yang menerbitkan uang virtual tersebut.

"Masyarakat harus hati-hati alasannya kesudahannya tinggi. Kita tidak tahu siapa yang menerbitkan. Kalau tutup, kabur siapa yang tanggung jawab," terang dia.

Saat ini, kata Pieter, sudah ada merchant-merchant yang memakai Bitcoin sebagai transaksinya.

"Di sini sudah ada transaksi tapi kita belum punya bukti. Masyarakat masih perlu diedukasi, ini harus hati-hati. Ada merchant yang terima Bitcoin maka kita awasi," cetusnya.


Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2