Tak Usang Lagi Internet Rambah Semua Hal

Tak Usang Lagi Internet Rambah Semua Hal


Jakarta - Lembaga riset Pew Research Center baru-baru ini menggelar riset untuk merayakan seperempat masa penciptaan world wide web (www). Mereka bertanya pada lebih dari 2.500 pakar di bidang teknologi wacana bagaimana nasib Internet pada 2025.

Kebanyakan pakar itu sepakat, Internet akan merambah ke segala sendi kehidupan manusia. “Intelijensia buatan (artificial inteligence/AI) akan makin umum, internet 'segala sesuatu' akan makin luas, perangkat yang bisa digunakan tubuh juga lebih banyak,” kata Lee Rainie, Direktur Internet Project di Pew Research Center.

Sensor yang makin pintar. Data center dengan data yang semakin masif. Runtuhnya sistem keuangan berbasis negara menjadi mata uang digital, ibarat Bitcoin. Lahirnya inovasi-inovasi yang mengintegrasikan Internet ke dalam segala aspek kehidupan manusia.

Rumah, kulkas, televisi, telepon, kamera, laptop, dan sebagainya, akan terhubung melalui Internet. Cisco menyebutnya “Internet Segala Sesuatu”. Sesungguhnya terminologi itu digagas oleh Kevin Ashton, seorang pakar teknologi dari Inggris, pada 1999.

“Internet akan beralih dari kawasan kita mencari-cari video belaka ke kemampuan latar yang menopang bagaimana kita hidup sehari-hari,” kata Joe Touch, Direktur Information Sciences Institute Postel Center di Universitas Southern California, kepada Washington Post.

Menurut perhitungan Cisco, perusahaan teknologi isu itu, sebanyak 99% obyek fisik yang ada di dunia ketika ini belum terhubung satu sama lain. Baru 10 miliar dari 1,5 triliun perangkat yang ada di dunia, yang sudah terhubung satu sama lain via jaringan. Memang, jauh meningkat dari hanya 200 juta perangkat pada 2000.

Tapi masifnya penggunaan ponsel cerdas dan tablet dalam satu dekade terakhir menciptakan situasi berubah. Sepuluh tahun ke depan bahkan bakal lebih dramatis. Menurut Cisco, perangkat yang terhubung satu sama lain bakal mencapai 50 miliar.

Cisco memperhitungkan bahwa potensi nilai atau keuntungan higienis dari “Internet Segala Sesuatu” akan mencapai US$ 14,4 triliun hingga 2022.

Masalahnya, di balik dunia yang makin terhubung itu, akan ada efek negatifnya. Apa saja? Sebagian pakar yang ditanyai Pew Research Center percaya bahwa privasi itu akan jadi domainnya orang-orang berduit. Pemerintah dan penguasa akan makin meningkatkan pengawasan dan kontrol sosial.

“Mungkin bakal lebih banyak orang yang ditangkap, difitnah, terkait penggunaan data yang dimonitor, entah digunakan legal maupun ilegal,” kata Alan Clark, CEO sebuah perusahaan software.

 



Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2