Bandar Bitcoin As Jualan Di Eropa, Pemerintah Setempat Mulai Wanti-Wanti

Bandar Bitcoin As Jualan Di Eropa, Pemerintah Setempat Mulai Wanti-Wanti


San Francisco - Pemerintah di beberapa negara Uni Eropa mulai mewanti-wanti warganya akan penggunaan Bitcoin. Pasalnya, Coinbase mulai melebarkan sayapnya ke Benua Biru.

Penyedia wallet (dompet digital) Bitcoin dari San Francisco, Amerika Serikat (AS) itu mencoba merambah pelanggan baru. Coinbase meluncurkan produknya itu secara serentak di 12 negara Uni Eropa, termasuk Prancis, Spanyol, Italia, Belgia, dan Belanda pada hari Rabu waktu setempat.

Salah satunya ialah pemerintah Inggris yang akan memeriksa lebih lanjut wacana Bitcoin ini sebelum menunjukkan legalitas atas peredarannya, menyerupai dikutip dari AFP, Kamis (11/9/2014). Sampai dikala ini memang belum ada aturan yang mengatur Bitcoin di Eropa.

Beberapa negara hanya sanggup sebatas memperingatkan warganya akan tingginya risiko Bitcoin. Selain itu, Bitcoin juga selama ini dipakai untuk transaksi ilegal, menyerupai jual-beli senjata atau narkoba, pembersihan uang, hingga menonton perempuan telanjang secara pribadi di internet.

Kontroversi terbesar Bitcoin dikala ini ialah tutupnya situs jual-beli MtGox secara tiba-tiba yang menciptakan dana konsumen dalam bentuk Bitcoin senilai US$ 500 juta (Rp 5 triliun) raib tamat tahun lalu.

MtGox menyatakan perusahaannya melarat dan bersedia mengembalikan dana konsumen. Namun Juli kemudian para konsumen yang duitnya melayang itu protes alasannya ialah pertemuan perdananya dengan administrasi MtGox di Tokyo batal.

Lebih dari 100 investor, kebanyakan orang asing, mendatangani pengadilan di Ibu Kota Jepang menuntut kejelasan atas dana Rp 5 triliun mereka yang raib begitu saja.

Salah satu yang hadir dalam pertemuan itu ialah mantan CEO MtGox Mark Karpeles yang didampingi pengacara. Para konsumen itu tetap tidak menerima klarifikasi yang detil atas nasib uang mereka.

Saat masih beroperasi, MtGox melayani 80% transaksi Bitcoin di seluruh dunia. Layanannya berhenti tiba-tiba semenjak Februari alasannya ialah adanya kesalahan teknis dalam situsnya.

Tak lama, MtGox menyatakan melarat dan kehilangan 850.000 unit Bitcoin senilai US$ 500 juta. Selama ini Bitcoin hanya bergerak antar jaringan komputer di seluruh dunia sehingga tidak dijamin keamanannya oleh pemerintah di negara manapun.


Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2