Ojk Belum Tahu Ada Voucher Dan Atm Bitcoin Di Bali

Ojk Belum Tahu Ada Voucher Dan Atm Bitcoin Di Bali


Jakarta - Peredaran Bitcoin di Indonesia semakin canggih. Mata uang digital alias cryptocurrency ini kini sanggup diakses melalui voucher dan tak usang lagi via 'ATM' atau vending machine khusus Bitcoin.

Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku belum tahu adanya akomodasi untuk mata uang dunia maya ini. "Belum (tahu)," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Dharmansyah Hadad dikala ditanya detikFinance soal Bitcoin, Rabu (3/9/2014).

"Yang terang forum keuangan di bawah OJK mesti izin dulu jikalau mau memperlihatkan produk baru," katanya.

Namun, Muliaman tidak mau menuduh Bitcoin ilegal untuk diperdagangkan. Ia menyerahkan persoalan tersebut kepada Bank Indonesia (BI).

"Wah, (ilegal atau legal) itu agar BI yang bilang," ujarnya.

Seperti diketahui, di Bali sudah beredar voucher Bitcoin dan tak usang lagi menyusul 'ATM'-nya. Pasalnya, sudah banyak pengguna Bitcoin di Bali terutama para turis asing.

Sejak muncul di Indonesia, Bitcoin sudah bikin heboh, terutama para regulator menyerupai BI dan OJK. Beberapa negara ada yang sudah mendapatkan Bitcoin namun ada juga yang menyatakan Bitcoin ilegal, salah satunya yaitu Tiongkok.

Pasalnya, nilai Bitcoin selalu berfluktuasi dalam rentang yang sangat lebar. Bisa naik tinggi dalam satu hari, namun sanggup juga anjlok sangat dalam hanya hitungan detik.

Menurut Anda bagaimana, apakah Bitcoin sanggup menjadi alat tukar masa depan yang praktis? Atau Bitcoin dianggap terlalu berbahaya dan tidak akan bertahan lama? Kirim pengalaman Bitcoin Anda ke redaksi@detikFinance.com.


Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2