Turis Abnormal Doyan Belanja Pakai Bitcoin Di Bali

Turis Abnormal Doyan Belanja Pakai Bitcoin Di Bali

Ilustrasi Foto: CNBCIlustrasi Foto: CNBC

Jakarta -

Automated Teller Machine (ATM) Bitcoin pertama di Indonesia akan hadir di Jalan Legian, Kuta, Bali. Apa alasan Pulau Dewata dipilih jadi lokasi 'ATM' Bitcoin pertama?

Menurut Pendiri sekaligus CEO Bitcoin Indonesia, Oscar Darmawan, peminat dan frekuensi transaksi Bitcoin di Bali cukup tinggi, terutama para turis yang tiba dari luar negeri. Namun ATM ini bukan ibarat kebanyakan ATM yang diatur oleh BI, tapi bentuknya ibarat vending machine yang menjual Bitcoin.

"Tujuan kita juga untuk menarik lebih banyak wisatawan tiba ke Bali. Karena Bitcoin ini akan tidak sanggup dicuri orang, tidak ibarat uang cash. Kalau turis kehabisan uang cash tinggal tukar Bitcoin saja jadi rupiah," katanya kepada detikFinance, Rabu (3/9/2014).

Oscar menyampaikan sudah banyak wisatawan absurd yang memakai jasa Bitcoin Indonesia yang berkantor di Jalan Legian, Kuta, mulai dari turis asal Amerika Serikat (AS), Prancis, Jerman, Rusia dan lain-lain.

Pernah juga ada turis Jerman yang tiba menukar Bitcoin ke rupiah alasannya ialah gres saja kecopetan di pantai. Seluruh barang-barangnya habis digondol pencoleng.

"Semuanya hilang dan ia tidak punya uang. Dia tiba bawa laptop ke kantor (Bitcoin Indonesia), beliau perlihatkan wallet-nya dan eksklusif Bitcoin ditukar jadi rupiah," ujarnya.

Uangnya itu, kata Oscar, eksklusif digunakan untuk mengurus surat kehilangan paspor dan keperluan lain selama di Bali. Oscar menambahkan, insiden ibarat ini tidak hanya terjadi satu kali.

"Sudah pernah tiga kali ada insiden ibarat ini," imbuhnya.

Bitcoin merupakan salah satu dari banyak cryptocurrency yang beredar di dunia maya, juga salah satu yang paling beken. Beberapa negara ada yang sudah mendapatkan Bitcoin dan merestui transaksi di beberapa perusahaan.

Namun ada beberapa negera yang menyatakan Bitcoin ilegal, salah satunya ialah Tiongkok. Pasalnya, nilai Bitcoin selalu berfluktuasi dalam rentang yang sangat lebar.

Tahun kemudian saja, nilai Bitcoin sempat naik tinggi hingga lebih dari US$ 1.000 tapi hanya dalam beberapa hari nilainya eksklusif anjlok ke US$ 200 per bit. Mata uang ini juga sempat dianggap kontroversional alasannya ialah sering digunakan untuk transaksi ilegal ibarat jual beli narkoba, senjata, hingga nonton pertunjukan bugil secara live.

Sejumlah kontroversi sempat menaungi Bitcoin di awal tahun. Dimulai dari bangkrutnya Mt. Gox, sebuah perusahaan penukaran Bitcoin asal Jepang pada tamat Februari. Padahal 30% transaksi Bitcoin dunia dilakukan di perusahaan itu.

Tak usang kemudian giliran Flexcoin yang bangkrut. Perusahaan ini memang tak sebesar Mt. Gox. Namun situasi ini tak urung mengakibatkan tanda tanya akan ketangguhan Bitcoin sebagai alat tukar.

Menurut Anda bagaimana, apakah Bitcoin sanggup menjadi alat tukar masa depan yang praktis? Atau Bitcoin dianggap terlalu berbahaya dan tidak akan bertahan lama? Kirim pengalaman Bitcoin Anda ke redaksi@detikFinance.com.


Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2