Mengapa Penyebar Wannacry Meminta Dibayar Pakai Bitcoin?

Mengapa Penyebar Wannacry Meminta Dibayar Pakai Bitcoin?

Foto: Getty ImagesFoto: Getty Images

Jakarta - Pelaku teror dunia maya yang mengirim ransomware WannaCrypt atau WannaCry ke 150 negara meminta tebusan bitcoin. Bitcoin merupakan mata uang kripto (cryptocurrency) yang kabarnya sulit dilacak.

Bitcoin pertama kali muncul pada Februari 2009 oleh seseorang yang mengaku berjulukan Satoshi Nakamoto. Sejak kemunculan pertamanya, para pemegang bitcoin tetap anonimus hingga sekarang.

Itulah mengapa para teroris siber ini meminta bitcoin setara US$ 300 kepada para korbannya. Setiap hari, nilai tebusannya makin tinggi, dan jikalau tidak dipenuhi maka data si korban akan dihapus.

"Bitcoin itu ibarat uang digital. Transaksinya tidak melibatkan nama dan tidak sanggup dibatalkan. Meski begitu, bitcoin masih sanggup dilacak," kata Nicolas Debock dari Balderton Capital, yang fokus bertransaksi di mata uang virtual ibarat dikutip dari AFP, Rabu (17/5/2017).

"Semua transaksi disimpan di database yang disebut blockchains. Tidak ada nama pemegangnya, tapi semua orang sanggup melihat alamat dan pergerakan uangnya," katanya.

"Seseorang tidak sanggup mencairkan bitcoin milik orang lain, tapi sanggup memonitor pergerakannya," tambahnya lagi.

Sayangnya, para penyelidik akan kesulitan untuk menerangkan kepemilikan uang dalam bentuk bitcoin itu alasannya ialah tidak terikat dengan bank atau alamat fisik tertentu.

Harta dan Kekayaan Bukan Tujuan Utama

Clement Francomme, Direktur Utocat, perusahaan software dengan spesialisasi blockchains, menyampaikan agresi peras yang dilakukan para dedemit dunia maya ini bukan semata harta dan kekayaan saja.

"Idenya mungkin saja untuk menyampaikan kepada seluruh dunia mereka sanggup menjalankan agresi yang sangat masif. Dengan agresi ibarat itu, mereka akan menjadi populer di kalangan peretas," katanya.

"Bahkan mungkin saja mereka juga tidak berniat menghabiskan bitcoin hasil tebusan para korban, alasannya ialah tahu pergerakannya diawasi. Tujuannya utamanya ialah memunculkan reputasi semoga sanggup mendapat pengakuan," ujarnya.

Para hacker ini, berdasarkan Francomme, masih akan menjalankan agresi lagi dalam waktu dekat. Sampai dikala ini, para penyelidik belum mendapat kepastian serangan tersebut dilancarkan dari negara mana.

Amankah Mata Uang Kripto?

Mencuatnya informasi serangan siber ransomware WannaCry telah menyita perhatian publik dan pelaku industri keuangan.

Sesuai nama dan jenisnya, Ransomware meminta sebuah tebusan (ransom=tebusan, ware=malware/virus). Cara kerjanya, serangan siber itu menyerang perangkat komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows dan mengunci datanya, sehingga pengguna tidak sanggup mengakses data tersebut.

Pelaku penyerangan siber itu akan meminta tebusan. Namun bukan uang biasa yang mereka minta, melainkan Bitcoin dengan nilai US$ 300. Penjahat siber itu juga tidak menyediakan pilihan pembayaran lain, mereka hanya minta Bitcoin.

Smart Banking System (SBXBank), salah satu perusahaan teknologi finansial (fintech) yang bergerak di ranah mata uang kripto membantah mata uang digital tersebut ialah mata uang yang biasa dipakai penjahat siber.

"Mata uang kripto tidak hanya bitcoin. Ada jenis lain yang juga dikenal oleh masyarakat yaitu SBX Coin," ujar Dato Seri Syarif Hidayatullah, CEO SBXBank Indonesia dalam keterangan tertulis.

Sebaliknya, berdasarkan Syarif, mata uang kripto ialah jenis mata uang gres yang sangat kondusif dipakai untuk transaksi di dunia maya. Mata uang kripto juga ialah alat pembayaran yang murah, serta gratis, tanpa bea jikalau ditransfer secara internasional.

"Kita memiliki KYC yang sanggup hindari money laundering dan terrorism tidak ibarat bitcoin," ujarnya.

SBXBank sebagai salah satu bank mata uang kripto, sanggup dibilang yang pertama kali di dunia menyediakan layanan perbankan digital. Mata uang yang diterbitkan SBXBank dengan sebutan SBXcoin, selain sanggup dipakai untuk pembayaran tanpa batas negara, sanggup juga untuk investasi.

"SBXcoin juga menjadi media pembayaran di marketplace SBXbank, yang dimudahkan dengan debit card yang sanggup smart card yang sanggup menampung 30 kartu debit card dan eMoney," ujar Syarif.

Selain pembayaran, dengan SBXcoin para pengguna juga sanggup melaksanakan simpan pinjam (peer to peer lending). Investasi yang ibarat deposito pun sanggup dilakukan dengan SBXcoin yang disebut peer to peer investment.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2