Dilarang Di China, Bitcoin Kabur Ke Jepang

Dilarang Di China, Bitcoin Kabur Ke Jepang

Foto: Getty ImagesFoto: Getty Images

Tokyo - Otoritas China melarang semua transaksi yang berkaitan dengan Bitcoin mulai Oktober 2017. Mata uang virtual alias cryptocurency itu alhasil 'kabur' ke negara tetangga, yakni Jepang.

Sekarang Negeri Sakura itu menjadi pasar terbesar Bitcoin dengan pangsa 50,75% dari seluruh transaksi Bitcoin dunia. Analis sekaligus Komisaris BitFury, George Kikvadze, menyatakan para trader Bitcoin yang biasa berdagang di China sekarang hijrah ke Jepang.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (18/9/2017), pekan kemudian dua pasar Bitcoin terbesar China menyatakan berhenti beroperasi mulai simpulan September 2017.

Tak usang sesudah kabar tersebut, nilai tukar mata uang virtual itu pribadi jatuh ke kisaran US$ 2.900 atau Rp 38 jutaan. Dan ini terjadi hanya dalam jangka waktu 3 hari saja.


Setelah itu, otoritas China alhasil menginzinkan OKCoin dan Huobi untuk melayani transaksi Bitcoin sampai simpulan Oktober 2017.

Berita ini direspons positif oleh para pengguna Bitcoin sehingga nilainya kembali naik ke kisaran US$ 3.850 atau sekitar Rp 50 jutaan.

Pekan kemudian China masih menguasai 24% transaksi Bitcoin dunia. Sekarang ini pangsanya turun menjadi hanya 6,4% saja menjelang pelarangan total bulan depan.


Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2