Menambang Bitcoin Lebih Untung Daripada Bisnis Rumah Kontrakan

Menambang Bitcoin Lebih Untung Daripada Bisnis Rumah Kontrakan

Foto: Getty ImagesFoto: Getty Images

Jakarta - Bagi Anda yang ingin punya bisnis sampingan mungkin sanggup memikirkan cara ini: menambang Bitcoin. Kabarnya, menambang uang virtual tersebut lebih menguntungkan daripada bisnis rumah kontrakan. Masa sih?

Salah satu penambang Bitcoin, sebut saja namanya Farhan, sanggup meraup sampai jutaan rupiah hanya dengan menambang cryptocurrency. Bahkan penambangan dilakukan dengan otomatis tanpa harus dipelototi setiap hari.

Farhan awalnya menambang Bitcoin alasannya iseng, tapi kini ia sudah mulai serius untuk mendapat uang embel-embel dari cara tersebut. Bahkan sudah memesan nMiner biar Bitcoin yang dikeruknya sanggup lebih banyak.


"Sekarang saya masih pakai VGA, sudah pesan nMiner tapi belum datang, jadi agak telat juga gara-gara proses pengiriman. Mungkin gres tiba selesai bulan September ini," katanya kepada detikFinance, Jumat (8/9/2017).

Farhan mengaku biasa mengantongi sekitar Rp 6-8 juta higienis per bulan dari menambang Bitcoin. Bersih dalam arti sudah dipotong biaya listrik dan lain-lain.

Kalau sudah memakai nMiner, laba bersihnya sanggup mencapai Rp 24 juta per bulan. Sungguh menggiurkan bukan?

Farhan bercerita, abang iparnya pernah punya modal untuk membangun bisnis kontrakan. Uangnya waktu itu cukup untuk membangun 3 rumah untuk dikontrakan.

Akhirnya hanya 2 rumah yang dibangun, sisa uangnya dipakai untuk membeli 3 buah Personal Computer (PC) dan menambang Bitcoin.

"Sekarang pemasukan bulanannya dari menambang Bitcoin malah lebih besar dari kontrakan," ujarnya.

Misalnya satu PC sanggup menghasilkan Bitcoin setara Rp 6 juta saja, maka tiga PC totalnya sudah Rp 18 juta. Sementara satu rumah kontrakan mungkin tidak menghasilkan akan lebih dari Rp 10 juta setiap bulan.

Sementara Farhan sendiri selama menjadi penambang Bitcoin pernah mendapat laba higienis paling besar Rp 16 juta dalam sebulan.

"Itu sekitar pertengahn tahun ini pas harga Bitcoin naik tinggi. Setelah itu makin banyak penambang, jadi Bitcoin yang didapat mulai berkurang," jelasnya.

Bitcoin si 'uang sakti' mencatat rekor nilai tukar tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 4.909 per keping atau sekitar Rp 60 jutaan tahun ini. Tak sanggup dipungkiri, makin banyak orang tertarik dengan cryptocurrency tersebut.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2