14 Investasi Bodong Ditutup, Belum Ada Korban Melapor

14 Investasi Bodong Ditutup, Belum Ada Korban Melapor

Foto: Ari SaputraFoto: Ari Saputra

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menurut temuan Satgas Waspada Investasi kembali menghentikan acara penghimpunan dana dan pengelolaan investasi tanpa izin sebanyak 14 entitas. Setelah tidak boleh akan ada proses aturan terhadap pelakunya.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing menyampaikan sehabis temuan tersebut diberikan kepada OJK untuk diumumkan dan tidak boleh kegiatannya, pihaknya juga akan menyerahkan ke kepolisian yang juga merupakan unsur dari tim Satgas.

"Setelah acara ini dihentikan, kami melanjutkan menunjukkan informasi ke kepolisian. Nanti di Kepolisian akan melihat apakah ada tindak pidana di sana. Kalau ada nanti akan ditindak secara hukum," ungkapnya ketika dihubungi detikFinance, Selasa (24/10/2017).

Menurut Tongam, para pelaku 14 entitas tersebut dapat berpotensi terkena aturan pidana, asalkan ada bukti-bukti yang besar lengan berkuasa dan korban yang melaksanakan pengaduan. Sayangnya sampai ketika ini belum ada masyarakat yang mengaku menjadi korban penipuan investasi bodong dari 14 entitas tersebut.

"Proses aturan dapat dilakukan bila ada alat bukti, kemudian bila ada unsur penggelapan harus ada korbannya. Sampai ketika ini kan belum ada korbannya yang melapor," imbuhnya.

Dia menegaskan apa yang dilakukan Tim Satgas Waspada Investasi intinya bertujuan melindungi masyarakat dari penipuan investasi. Oleh sebab itu pihaknya menjatuhkan penghentian menurut izin dan imbal hasil yang ditawarkan.

"Mereka tidak berizin, imbal risikonya besar dan tanpa risiko. Kami walaupun belum ada korban yang melapor kami sudah menghentikan operasinya. Sehingga kami menunjukkan pemahaman dan santunan kepada masyarakat yang belum ikut biar tidak ikut. Tujuannya lebih ke santunan konsumen, bila ranah aturan itu di Kepolisian," tukasnya.

Adapun Ke-14 entitas yang telah tidak boleh kegiatannya, yaitu:
1. PT Dunia Coin Digital;
2. PT Indo Snapdeal;
3. Questra World/ Questra World Indonesia;
4. PT Investindo Amazon;
5. Dinar Dirham Indonesia/ www.dinardirham.com;
6. Wujudkan Impian Bersama (WIB)/ PT Global Mitra Group;
7. Ahmad Zulkhairi Associates LLP (AZA)/ www.azafund.com;
8. PT Mahakarya Sejahtera Indonesia/ PT Multi Sukses Internasional;
9. PT Azra Fakhri Servistama/ Azrarent.com;
10. Tractoventure/ Tracto Venture Network Indonesia;
11. PT Purwa Wacana Tertata/ Share Profit System Coin/ SPS Coin.co;
12. Komunitas Arisan Mikro Indonesia/K3 Plus;
13. PT Mandiri Financial/ investasisahammandiri.blogspot.co.id; dan
14. Seven Star International Investment.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2