Bitcoin Jadi Sorotan Dunia, Bagaimana Posisi Ri?

Bitcoin Jadi Sorotan Dunia, Bagaimana Posisi Ri?

Foto: Getty ImagesFoto: Getty Images

Jakarta - Mata uang digital, bitcoin, menjadi salah satu sorotan dalam Annual Meeting International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) di Washington, Amerika Serikat (AS). Perkembangannya terhitung sangat cepat, namun belum ada kesepakatan Internasional dalam menyikapinya.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sempat membocorkan dalam pertemuan puncak yang dihadiri oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 negara di Washington, bitcoin dianggap berpotensi sebagai alat untuk kejahatan di pasar keuangan.

Lalu bagaimana posisi Indonesia?

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, memastikan bitcoin tidak dianggap sebagai alat pembayaran di Indonesia.

"Berbicara perihal bitcoin. Posisi Indonesia bitcoin bukan alat pembayaran. Makara kami jelaskan ke seluruh rakyat Indonesia, untuk tidak mendapatkan bitcoin sebagai alat pembayaran," ungkap Agus, di Kantor Pusat IMF, Washington, menyerupai dikutip Selasa (17/10/2017).


Agus menyatakan, bitcoin jauh dari azas ekonomi dan keamanan. Sehingga tidak sempurna dianggap sebagai alat pembayaran.

"Kami lihat dari azas ekonomi, asas keamanan, sistem ini juga tidak patuh terhadap anti money laundering dan kami juga ingin jaga ialah risiko sistemik yang sanggup saja muncul tanpa ada kehati-hatian," paparnya.


Masyarakat dibutuhkan tidak mengambil risiko dengan terlibat dalam bitcoin. Agus akan terus menawarkan sosialisasi kepada masyarakat biar tidak tergoda rayuan laba dari bitcoin. "Setahun ini kami sudah jelaskan bahwa bitcoin bukan alat pembayaran," imbuhnya.

Meski demikian, mantan menteri keuangan tersebut tidak menutup kemungkinan kalau ada masukan atau undangan diskusi dari aneka macam pihak perihal bitcoin. Ini sanggup menjadi jalan biar keputusan BI tersosialisasikan lebih dalam.

"Kami menawarkan ruang untuk dialog," tegas Agus.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2