Gubernur Bi Minta Masyarakat Hati-Hati Dengan Bitcoin

Gubernur Bi Minta Masyarakat Hati-Hati Dengan Bitcoin

Foto: Tim Infografis, Mindra PurnomoFoto: Tim Infografis, Mindra Purnomo

Jakarta - Bitcoin atau crypto currency ketika ini sedang mengalami peningkatan harga yang signifikan. Bank Indonesia (BI) meminta masyarakat harus berhati-hati pasalnya Bitcoin bukan alat pembayaran yang sah di Indonesia.

"Ya kita dengan penegasan ini bukan satu alat pembayaran, jikalau digunakan tentu akan ditindak aku tidak menginginkan ada pelanggaran di Indonesia ketika BI sudah menegaskan bitcoin bukan alat pembayaran yang sah," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Pada 2014 kemudian yakni dengan memperhatikan Undang-undang No. 7 Tahun 2011 perihal Mata Uang serta UU No. 23 Tahun 1999 yang kemudian diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang No. 6 Tahun 2009, Bank Indonesia menyatakan bahwa Bitcoin dan virtual currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati terhadap Bitcoin dan virtual currency lainnya. Segala risiko terkait kepemilikan/penggunaan Bitcoin ditanggung sendiri oleh pemilik/pengguna Bitcoin dan virtual currency lainnya.

Bitcoin yaitu salah satu crypto currency yang memakai sistem rantai blok atau blockchain. Agus menjelaskan, ketika ini BI sudah memproses hukum terkait Fintech yang di dalamnya membahas block chain.

"Sekarang dalam proses penyelesaian hukum BI nya dan itu nanti akan kita jelaskan bagaimana BI sebagai otoritas sistem pembayaran melihat Financial technology," ujarnya.

Kemudian beliau menjelaskan hukum tersebut akan membagi bahasan ke dalam empat kategori, yaitu pembayaran, kredit, risk management dan market positioning.

"Nanti detilnya kita jelaskan. Tahun ini mungkin sudah keluar PBI-nya," katanya.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2