Menkeu Sedunia Atur Taktik Perangi Kejahatan Di Sektor Keuangan

Menkeu Sedunia Atur Taktik Perangi Kejahatan Di Sektor Keuangan

Foto: Maikel JefriandoFoto: Maikel Jefriando

Washington - Kejahatan di sektor keuangan menjadi fokus dalam annual meeting International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) 2017 yang dihadiri Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 negara di dunia. Mata uang virtual bitcoin menjadi salah satunya.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, usai memghadiri program tersebut di Kantor Pusat Bank Dunia, Washington, Sabtu (14/10/2017) waktu setempat.

"Jadi teknologi untuk dapat masuk ke seluruh masyarakat, dan munculnya sistem pembayaran gres bitcoin dan munculnya fintech dan alat pembayaran difasilitasi, itu menjadikan sesuatu opportunity gres terjadinya serangan," jelasnya.

Dalam hal antisipasi, berdasarkan Sri Mulyani masing-masing negara harus saling kerja sama, mengingat pengaruh yang ditimbulkan dapat bersifat sistemik.

"Ini pembahasan yang sangat serius, alasannya terjadi di semua negara dan sektor keuangan dan non keuangan menjadi sasaran luar biasa sering, maka kolaborasi antarnegara, alasannya dapat saja yang diserang satu forum keuangan dampaknya dapat sangat sistemik," terang Sri Mulyani.

"Maka kini ini pembahasan secara umum dilakukan intensif. Baik G20 dan IMF akan dilakukan intensisikasi melalui FATF (Financial Action Task Force) dan anti moneylaundring. Tapi cyber security dan cyber chrime ini akan menjadi salah satu yang dibahas," paparnya.

Beberapa negara dan forum besar, kata Sri Mulyani telah serius mengkaji hal tersebut. Hanya saja hingga kini belum ada kesepakatan biar melanjutkam kajian dalam regulasi.

"Sehingga untuk Indonesia sama, kita kan sudah mempunyai roadmap dari problem digital economy, di satu sisi dalam roadmap itu ada security dan safety. Kita juga ada tim cyber. Kita juga kolaborasi dengan lain OJK, BI, LPS dan di sisi lain membahas dengan penegak hukum," pungkasnya.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2