Apa Yang Bikin Bitcoin Sempat Tembus Rp 148,5 Juta?

Apa Yang Bikin Bitcoin Sempat Tembus Rp 148,5 Juta?

Foto: ReutersFoto: Reuters

Jakarta - Harga bitcoin final November ini tercatat tembus US$ 10.000 per keping. Bahkan sempat masuk US$ 11.000 namun alhasil kembali ke level US$ 10.000.

Dari awal sampai November ini pergerakan harga bitcoin memang sangat mengejutkan, harga terus berfluktuasi setiap harinya. Salah satu penyebabnya ialah Jepang yang telah melegalkan mata uang virtual ini sebagai alat pembayaran yang sah. Harga bitcoin final tahun depan diproyeksikan bisa menyentuh US$ 50.000.

Jadi bersama-sama bagaimana cara kerja mata uang digital ini?

Bitcoin diciptakan pada 2009 oleh anonim yang mempunyai nama samaran Satoshi Nakamoto. Pendukung Satoshi menyebutkan, bitcoin ini ialah sistem pembayaran global yang bisa dipakai oleh semua orang.

Berbeda dengan dolar AS atau yen Jepang, mata uang ini tidak dikeluarkan oleh bank sentral menyerupai Federal Reserve. Bitcoin memakai perhitungan algoritma kompleks untuk bertransaksi.

Lalu transaksi bisa dilakukan tanpa mediator tradisional menyerupai bank dan tanpa perlu mencantumkan nama anda. Nah inilah yang menciptakan bitcoin terkenal di kalangan penjahat yang ingin memindahkan uang tanpa bisa dilacak.

Pergerakan harga yang sangat cepat terjadi sebab banyaknya orang yang takut kehilangan laba dengan cepat, hal ini diungkapkan oleh Kepala broker online Oanda, Stephen Innes.

"Liputan yang intens oleh media dalam beberapa bulan terakhir turut menciptakan harga bergerak liar," imbuh beliau dikutip dari CNN Money, Kamis (30/11/2017).

CEO Bitmex Hong Kong, Arthur Hayes menjelaskan, mata uang digital ini berada dalam sisi yang positif. Menurut dia, investor bisa melihat kenaikan harga dan menginginkan agresi jual biar pergerakan harga tetap tinggi.

Di Korea Selatan dan Jepang, investor yang membeli banyak dari kalangan ibu rumah tangga. Peraturan gres telah mempermudah perdagangan bitcoin. Ahli menyebutkan, kenaikan harga yang signifikan itu akan terasa bahkan untuk investor yang mempunyai jumlah kecil.

CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan menjelaskan, yang mengakibatkan faktor meningkatnya harga bitcoin ialah teknologi dan tingkat kepercayaan dari penggunanya.

"Sekarang bitcoin sudah dilegalkan oleh OJK nya Jepang, US dan Eropa sehingga masyarakat lebih nyaman dan percaya dengan mata uang ini sebab ada negara maju yang melegalkan," ujar beliau ketika dihubungi detikFinance, Kamis (30/11/2017).

Oscar menjelaskan, orang ini minat terhadap mata uang virtual yang menerapkan blockchain yang pertama. Meskipun bersama-sama selain bitcoin banyak cryptocurrency lain yang tidak kalah menarik penemuan teknologinya menyerupai ethereum, stellar sampai ripple.

Dia menjelaskan, membeli bitcoin hampir menyerupai dengan jual beli emas. Kaprikornus bisa beli dalam satuan kecil yang dibeli dalam satuan desimal.

"Mekanismenya murni demand and supply, jadi pembeli menetapkan harga sendiri penjual menetapkan harga. Kalau harga cocok gres transaksi terjadi," ujar dia.

Menurut dia, seluruh transaksi bitcoin dilakukan secara transparan dan bisa terlihat di blockchain perpindahannya.

Dalam hukum perdagangan di bitcoin.co.id dijelaskan Perdagangan Digital Asset merupakan acara beresiko tinggi. Harga Digital Asset sangat fluktuatif, di mana harga sanggup berubah secara signifikan dari waktu ke waktu.

Harap memakai pertimbangan ekstra dalam menciptakan keputusan untuk membeli atau menjual Digital Asset. Bitcoin.co.id tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau agresi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2