The Fed Mau Bikin Mata Uang Virtual Pesaing Bitcoin Cs

The Fed Mau Bikin Mata Uang Virtual Pesaing Bitcoin Cs

Foto: Tim Infografis, Mindra PurnomoFoto: Tim Infografis, Mindra Purnomo

Jakarta - Nilai tukar bitcoin terus membumbung tinggi. Awal tahun, mata uang virtual ini masih berada di kisaran US$ 900 namun selesai November bitcoin sudah tembus US$ 10.000 per keping atau sekitar Rp 135.000.000 (pada kurs Rp 13.500/US$).

Hal itu mendorong The Federal Reserve untuk mempunyai produk mata uang virtual untuk kepentingannya sendiri.

Presiden dan CEO Federal Reserve Bank of New York William Dudley dalam sebuah konferensi mengungkapkan, Fed sedang mempelajari dan mengeksplorasi ilham pembuatan mata uang digital.


Mengutip CNBC, setiap produk yang dikaji berpotensi mempunyai nilai yang tinggi di masa depan. Namun ilham ini dinilai terlalu cepat kalau memperkirakan kapan kajian dan eksplorasi akan selesai dilakukan.

Namun Dudley menjelaskan, bitcoin merupakan aktifitas spekulatif sehingga tidak cocok dijadikan sebagai daerah penyimpanan yang stabil. Sebagai penjabat bank, bitcoin memang mempunyai pergerakan harga yang sangat cepat.

Dia bukanlah pejabat Fed pertama yang berkutat dengan popularitas mata uang virtual ini. Sebelumnya Presiden Fed Philadephia Patrick Harker dalam sambutannya di sebuah konferensi menyebutkan kalau ia ragu bitcoin dapat merusak nilai dolar AS, utamanya alasannya yaitu ia tidak mendapat tunjangan dari pemerintah.

"Kita menyebut kertas yang ada di saku sebagai uang, alasannya yaitu kita percaya kertas itu bernilai dan pemerintah ada di belakangnya. Itu semua duduk kasus iktikad saja," kata Harker dikutip dari CNBC, Kamis (30/11/2017).


Awal tahun ini, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari bersikap skeptis dengan bitcoin ini. Meskipun ia sempat menyebutkan kalau teknologi rantai blok atau blockchain mempunyai potensi perkembangan yang lebih besar.

Dia menjelaskan blockchain mencatat detail transaksi digital, itu yaitu kunci dari perdagangan bitcoin yakni sistem pembayaran secara online.

Hingga isu ini diturunkan CNBC, Fed New York belum memperlihatkan informasi pelengkap mengenai ucapan Dudley.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2