Mui Imbau Umat Islam Hati-Hati Dengan Bitcoin

Mui Imbau Umat Islam Hati-Hati Dengan Bitcoin

Foto: Grandyos ZafnaFoto: Grandyos Zafna

Jakarta - Mata uang virtual alias cryptocurrency Bitcoin (BTC) masih jadi incaran. Bahkan, dalam setahun terakhir harganya sempat naik sangat tinggi.

Dalam waktu singkat harganya dapat tembus US$ 18.000 atau sekitar Rp 240 juta. Tapi, dalam waktu singkat pula harga bitcoin dapat melorot.

Dilansir CNBC, Rabu (20/12/2017), mata uang digital itu turun dari US$ 17.929 ke level US$ 16.912 atau sekitar Rp 228 juta. Terakhir, bitcoin turun US$ 1.000 atau Rp 13,5 juta (kurs Rp 13.500/dolar) dalam 1 jam.


Menyikapi fenomena ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga ikut menunjukkan saran kepada umat Islam soal bitcoin.

"Hati-hati untuk bertransaksi di bitcoin, tapi tidak dapat menyampaikan MUI melarang alasannya yaitu kita belum mengeluarkan fatwanya," ujar Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Cholil Nafis, kepada detikFinance, Jumat (22/12/2017).


Cholil menjelaskan, ketika ini MUI masih mengkaji soal bitcoin. Lantas, apa saja yang dikaji MUI? Pertama, apakah bitcoin ini alat tukar atau bukan.

"Uang itu kan alat tukar, ada yang ditukar. Lha ini kan (bitcoin) enggak ada alas yang ditukar," terang Cholil.

Kedua, ada tidaknya legalisasi pemerintah. Ketiga, ada atau tidak yang menjamin bitcoin dan potensi tipu menipu di dalamnya.


Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2