Spekulan Bitcoin Menyerupai Kerikil Bacan

Spekulan Bitcoin Menyerupai Kerikil Bacan

Foto: Mindra PurnomoFoto: Mindra Purnomo

Jakarta - Bitcoin atau uang virtual terus mengalami pergerakan setiap harinya. Namun tahun ini, uang digital yang diciptakan pada 2009 kemudian ini terus mencetak rekor harga tertinggi bahkan sempat tembus US$ 18.000 per keping.

Hal ini jadi mengingatkan kita kembali dengan ikan Louhan, flora Adenium, flora gelombang cinta dan terakhir yang paling populer kerikil bacan. Keempat tren ini memang fenomenal di masyarakat, pasalnya harga yang dipasang dapat dibilang tidak masuk akal.

Satu kerikil bacan saja bahkan dapat dihargai ratusan juta. Namun sekarang keempatnya tinggal kenangan, harganya bahkan sudah tak hingga ratusan ribu.

Lalu bagaimana dengan bitcoin yang harganya juga melesat cepat?

CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan mengatakan, bitcoin dengan kerikil bacan agak jauh berbeda. Karena bacan yaitu benda berwujud aktual sedangkan bitcoin berwujud virtual yang dibangun dari sistem rantai blok atau blockchain.

"Bitcoin ini agak jauh berbeda dengan kerikil bacan. Tapi secara spekulan, memang kerikil bacan dan bitcoin itu sama," kata Oscar dalam diskusi di Hotel Ibis, Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Dia menjelaskan, masyarakat berpotensi untuk menciptakan kerikil bacan yang palsu. Namun tidak gampang untuk menciptakan bitcoin palsu. Hal ini karena, sistem rantai blok nya sudah didesain sedemikian rupa biar tidak dapat disalin. "Bitcoin itu supply nya terbatas di seluruh dunia," imbuh dia.

Namun Oscar menjelaskan, dirinya juga tidak berani memprediksi keberadaan bitcoin di dunia. Apakah akan ada penemuan atau hilang selamanya. Saat ini ada 13.000 jenis cryptocurrency pada pasar bitcoin di seluruh dunia. Bitcoin yaitu virtual currency yang paling bau tanah dan paling banyak dimiliki.

"Bitcoin itu paling bau tanah di dunia, di masa depan nilai bitcoin itu yang memilih yaitu pasar," ujarnya.

Hari ini (13/12) mengutip bitcoin.com nilai satu keping tercatat US$ 16.747 per keping padahal, ahad kemudian bitcoin sempat tembus US$ 18.000 per keping.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2