Uang Virtual, Bagaimana Bitcoin Dapat Bernilai?

Uang Virtual, Bagaimana Bitcoin Dapat Bernilai?

Foto: Tim Infografis, Mindra PurnomoFoto: Tim Infografis, Mindra Purnomo

Jakarta - Nilai satu keping uang digital atau bitcoin terus mengalami pergerakan dari tahun ke tahun. Ketika bitcoin diciptakan oleh Satoshi Nakamoto beberapa tahun lalu, nilai bitcoin tak kurang dari US$ 1 per kepingnya.

Jika dilihat per tahun, nilai sekeping Bitcoin pada 2013 hanya US$ 92, kemudian memasuki 2014 nilai crypto curency ini naik 819% menjadi US$ 846 per keping. Lalu pada 2015 mengalami penurunan 68,8% ke posisi US$ 265 per keping dan mulai merangkak naik kembali ke posisi US$ 437,9 per satu keping.

Namun tahun ini, nilai bitcoin melonjak tinggi dan terus mencetak rekor. Awal 2017 bitcoin tercatat hanya di kisaran US$ 977 per keping. Kemudian hari ini (13/12) mengutip bitcoin.com nilai satu keping tercatat US$ 16.747 per keping padahal, ahad kemudian bitcoin sempat tembus US$ 18.000 per keping.

Lalu kenapa bitcoin sanggup bernilai?

CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan menjelaskan meskipun berkonsep virtual atau digital nilai bitcoin sanggup didapatkan dari banyaknya upaya yang dilakukan untuk membuat uang virtual ini. Kemudian, setiap sistem yang ada pada bitcoin tidak sanggup disalin oleh siapapun.

"Jadi sistemnya memang tidak sanggup dicopy atau disalin, dan diciptakan secara terbatas," kata Oscar dalam diskusi di Hotel Ibis, Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Dia menjelaskan, booming kenaikan nilai bitcoin tak sanggup disamakan dengan booming kerikil bacan. Ini alasannya kedua produk ialah jenis yang berbeda

"Memang berbeda secara nilai, tapi kalau secara spekulan bitcoin dengan kerikil bacan itu sama. Tapi untuk membuat kerikil bacan palsu lebih mudah, nah kalau membuat bitcoin palsu itu tidak mungkin. Selain kondusif dan berpengaruh bitcoin juga disupply secara terbatas," ujar dia.

Oscar menjelaskan, di dunia ini ada sekitar 13.000 jenis cryptocurrency yang sejenis bitcoin. Namun bitcoin ialah uang virtual yang tertua di dunia namun mempunyai penemuan yang kurang dibandingkan cryptocurrency lainnya.

Direktur Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fithri Hadi menjelaskan kalau dilihat sejarahnya, bitcoin diciptakan untuk menghindari sistem yang mengekang mulai dari intervensi politik dan moneter.

"Jadi ini untuk menutupi kekurangan konsep nilai yang ada ketika ini. Memang ini ialah terobosan namun harus diuji oleh waktu. Seperti nilainya yang ketika ini naik turun, semuanya harus ada mitigasinya," imbuh dia.

Bitcoin bersifat world wide artinya sanggup dipakai di seluruh dunia. Misalnya ada orang yang terbiasa melaksanakan perjalanan dan mempunyai bitcoin, ini akan mempermudah pertukaran uang alasannya spreadnya akan lebih mudah. "Tapi dengan catatan, merchant yang ada di serpihan dunia sana itu sanggup mendapatkan ini," ujarnya.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2