Dianggap Judi, Mesir Haramkan Bitcoin

Dianggap Judi, Mesir Haramkan Bitcoin

Foto: Tim Infografis, Mindra PurnomoFoto: Tim Infografis, Mindra Purnomo

Jakarta - Grand Mufti Mesir, Shawki Allam, mengeluarkan fatwa yang mengharamkan bitcoin. Menurutnya, mata uang yang sempat mencapai US$ 20.000 pada Desember 2017 kemudian itu menyerupai dengan judi yang tidak boleh dalam anutan Islam. Fatwa itu dikeluarkan sehabis melaksanakan negosiasi dengan beberapa mahir ekonomi.

Penggunaan mata uang virtual menyerupai bitcoin pun diimbau semoga tak diterima di tubuh pemerintahan. "Menimpa otoritas negara dalam melestarikan pertukaran mata uang," ungkap Shawki Allam, dikutip dari RT, Kamis (4/1/2018).

Grand Mufti menganggap pertukaran perdagangan cryptocurrency (mata uang virtual) menyerupai berjudi dengan alasan "karena efek langsungnya dalam kehancuran finansial untuk individu," katanya.



Ulama tersebut juga mengungkap efek lain yang disebabkan oleh bitcoin. "Memberikan fasilitas dalam pembersihan uang dan penyelundupan," imbuhnya.

Pernyataan Allam berkaitan dengan nilai bitcoin yang terus mengalami naik turun. Per 3 Januari 2018, harga per keping bitcoin mencapai US$ 15.000 atau sekitar Rp 202 juta.

Grand Mufti merupakan sosok ulama yang dianggap mempunyai derajat kelimuan dan syariat yang tinggi. Sosok ini mempunyai daya analisis yang bekerjasama dengan lingkungan sekitar dalam mengeluarkan fatwa.


Meskipun demikian ini bukanlah pertama kalinya seorang ulama yang mengkritisi keberadaan bitcoin. Pada Desember kemudian ulama terkenal di Saudi Arabia, Asim Al-Hakeem, juga melarang lantaran dianggap ambigu.

Sementara pada November, Direktorat Keagamaan Turki yang juga disebut Diyannet, mendeklarasikan pelarangan membeli dan menjual mata uang virtual lantaran minimnya regulasi dan bersahabat bekerjasama dengan tindakan kriminal.
Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2