Pro Kontra Bitcoin Di Kalangan Ekonom Dunia

Pro Kontra Bitcoin Di Kalangan Ekonom Dunia

Foto: Mindra PurnomoFoto: Mindra Purnomo

Jakarta - Bitcoin yaitu salah satu mata uang virtual yang paling disorot tahun 2017 lalu. Ini alasannya yaitu uang digital yang diciptakan oleh Satoshi Nakamoto ini mempunyai pergerakan harga yang sangat liar.

Mengutip CNN Money, tahun kemudian bitcoin melonjak tinggi, awal tahun nilai bitcoin berada di kisaran US$ 977 per keping atau setara dengan Rp 131,8 juta kemudian pada Desember 2017 sempat tembus ke posisi US$ 19.783 per keping atau setara dengan Rp 267,7 juta (kurs Rp 13.500), namun merosot kembali ke posisi US$ 13.889 per keping atau Rp 187,5 juta.

Berikut komentar dari sejumlah tokoh terkait pergerakan harga bitcoin :

PRO

Peter Thiel, Pengusaha

Dia menyebut kalau investasi bitcoin sanggup menyaingi emas atau logam mulia dan bitcoin mempunyai potensi besar untuk berkembang. Dalam sebuah konferensi, Thiel mengatakan, dikala ini memang orang cenderung meremehkan bitcoin, namun itu yaitu pilihan dalam berinvestasi. "Bitcoin hanya untuk menyimpan, jadi anda sebetulnya tidak perlu memakai sebagai alat pembayaran," ujarnya. Saat ini ia terus mempelajari terkait perkembangan bitcoin.

Cameron Winklevoss, Pengusaha

Winklevoss menyebut kalau bitcoin yaitu aset yangs angat bernilai. Bahkan ia telah menjadi milioner bitcoin pertama pada tahun lalu. "Dalam jangka panjang dan arah yang jelas, bitcoin sanggup menjadi aset bernilai jutaan dolar," imbuh dolar.

Tim Draper, Pendiri Silicon Valley

Pendiri Silicon Valley ini mengatakan, bitcoin yaitu teknologi terbesar di kala internet. Menurut dia, bitcoin yaitu salah satu transformasi atau sebuah gerakan. Draper sudah berinvestasi di Bitcoin semenjak 3 tahun lalu.

KONTRA

Jamie Dimon, CEO JP Morgan Chase

Jamie memandang, orang yang membeli bitcoin yaitu orang yang bodoh. Dia yaitu orang yang sangat menentang keberadaan bitcoin di dunia keuangan. Bahkan ia memprediksi bahwa pemerintah AS akan melenyapkan uang digital ini.

Dimon memang sering melontarkan kritik tajam terkait kenaikan bitcoin. Ia bahkan sempat mengancam akan memecat salah satu karyawannya yang mempunyai anak memakai bitcoin sebagai alternatif investasi.

Janet Yellen, Mantan Gubernur Bank Sentral AS

Yellen menjelaskan, bitcoin mempunyai nilai yang tidak stabil dan tidak termasuk legal tender. "Ini sangat spekulatif," ujar dia. Namun Yellen menyebutkan bitcoin berpotensi kecil sanggup menimbulkan krisis finansial besar. Menurut dia, bitcoin hanya akan menjadikan sejumlah risiko yang terbatas.

Warren Buffett, Orang Terkaya di Dunia

Menurut salah satu orang terkaya di dunia ini. Bitcoin bukanlah aset yang sanggup menghasilkan nilai besar. Harga yang tidak sanggup diprediksi sanggup membuat bubble atau gelembung dalam sistem perekonomian.

Joseph Stiglitz, Peraih Nobel

Menurut Joesph, bitcoin yaitu uang yang tidak bermanfaat secara sosial. "Bitcoin sanggup melambung tinggi alasannya yaitu supply dan demand, namun tidak bermanfaat secara sosial," ujar dia.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2