Rawan Krisis, Bi Minta Hentikan Penggunaan Bitcoin Di Ri

Rawan Krisis, Bi Minta Hentikan Penggunaan Bitcoin Di Ri

Foto: Tim Infografis, Nadia PermatasariFoto: Tim Infografis, Nadia Permatasari

Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali mengingatkan bagi para pengguna bitcoin atau pemilik bitcoin di Indonesia untuk berhenti memakai atau berinvestasi pada mata uang virtual tersebut. Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Onny Widjanarko mengatakan, peredaran dan volatilitas nilai tukar bitcoin yang semakin tinggi akan membahayakan stabilitas moneter, sistem keuangan dan sistem pembayaran di Indonesia.

Hal tersebut akan memicu terjadinya krisis layaknya krisis moneter di Amerika Serikat (AS) yang dipicu oleh terjadinya bubble property atau gelembung properti alasannya melonjaknya harga perumahan akhir meningkatnya seruan dan spekulasi.

"Perkembangan-perkembangan yang terjadi itu menjadi perhatian Bank Indonesia. Karena dilihat dari sisi stabilitas sistem moneter, itu ancaman sekali alasannya proses penciptaan uangnya yang luar biasa," katanya dalam jumpa pers di Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Peredaran bitcoin yang semakin tinggi menciptakan nilai mata uang virtual tersebut pun kini semakin tinggi. Tidak menyerupai rupiah dan mata uang resmi lainnya, mata uang tersebut tak mempunyai payung aturan yang jelas. Maka peredarannya yang semakin tinggi dapat merusak stabilitas keuangan nasional alasannya tak ada yang mengendalikan.

"Kita paling takut dengan yang namanya proses penciptaan uang yang berlebihan. Dan karenanya harga uangnya tidak berarti, harga barang tinggi karenanya kalau nanti banyak jumlah uang yang beredar," terang Onny.

Dari segi stabilitas sistem keuangan, BI juga mengkhawatirkan sisi volatilitas bitcoin. Hal ini sama menyerupai teori gaya gravitasi, jikalau bola diangkat tinggi sekali, maka ketika ia jatuh akan sakit sekali rasanya.

"Kita tidak mau krisis terulang lagi alasannya ada bubble. Begitu jatuh tiba-tiba, kalau krisis terjadi, yang kena yakni masyarakat. Memang orang kini menanyakan, dengan virtual currency yang jumlahnya belum banyak, kok sudah diingat-ingatin. Tapi BI konsentrasi untuk itu, dan mengingatkan," tutur Onny.

"Kita jangan tunggu bahwa nanti banyak yang rugi. Lebih baik kita berikan edukasi atau peringatan, bahwa bahayanya itu tidak hanya bagi pemegang itu sendiri tapi ancaman bagi ekonomi secara keseluruhan," tambahnya.

Untuk itu, BI meminta untuk menghentikan penggunaan bitcoin sebelum karenanya yang dikhawatirkan terjadi.

"Kalau kami melihatnya, bagi yang belum (memilik), ya jangan. Karena risikonya besar. Untungnya memang besar, tapi risikonya juga dapat lebih besar. Kalau yang kena banyak, akan krisis. Kalau krisis, remuknya itu lima tahun ke belakang. Jangan remehkan stabilitas," pungkasnya.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2