Santer Gosip Tidak Boleh Di Beberapa Negara, Nilai Bitcoin Anjlok

Santer Gosip Tidak Boleh Di Beberapa Negara, Nilai Bitcoin Anjlok

Foto: Getty ImagesFoto: Getty Images

New York - Nilai tukar mata uang digital Bitcoin (BTC) mengalami penurunan 20% ke level di bawah US$ 11.000 pada Selasa, 16 Januari 2018. Ini merupakan level terendah yang dialami bitcoin selama lebih satu bulan terakhir.

Meski demikian tak diketahui penyebab anjloknya nilai mata uang bitcoin. Selain bitcoin, mata uang digital lainnya, ethereum dan ripple, juga dilaporkan mengalami penurunan sebanyak dua digit.

Penurunan mata uang digital mengikuti laporan Bloomberg pada Senin, 15 Januari 2018, bahwa pemerintah China sedang membatasi perdagangan mata uang digital yang telah dihentikan dalam bursa.



"Ketidakpastian cukup biasa terjadi dalam dunia mata uang digital,"ungkap analis eToro, Mati Greenspan, mengomentari kondisi mata uang digital yang dikutip dari CNN Money, Rabu (17/1/2018).

Menurut Greenspan, Korea Selatan dan Jepang tengah menunggu ketidakpastian soal hukum bitcoin ini. Sehingga, hal itu menjadikan harga mata uang digital ini jatuh Kedua negara tersebut diketahui menjadi anggota terbesar dalam perdagangan mata uang digital.


Sementara negara-negara lain pun sudah banyak yang mengatakan perilaku untuk melarang transaksi bitcoin menyerupai Jerman, Mesir juga China yang akan menutup penambangan bitcoin sebab memakan konsumsi listrik yang besar.

Menurut situs CoinMarketCap, nilai tukar bitcoin dikala ini menyentuh angka US$ 10.652 per keping. Sementara berdasarkan situs Charts.Bitcoin nilai terakhirnya berada di level US$ 13.570 per keping.

Bitcoin sempat mencapai level tertingginya pada pertengahan Desember 2016, ke angka US$ 20.000 per keping. Namun semenjak dikala itu nilainya terus menurun sehubungan dengan pengawasan ketat di sejumlah negara.

Terbaru, Korea Selatan berencana untuk melarang peredaran mata uang digital dengan melakuka pembahasan antar forum pemerintahan termasuk regulator keuangan.
Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2