Korea Selatan Bantah Larang Transaksi Bitcoin Cs

Korea Selatan Bantah Larang Transaksi Bitcoin Cs

Foto: Getty ImagesFoto: Getty Images

Jakarta - Korea Selatan membantah melaksanakan pelarangan terhadap perdagangan mata uang digital ibarat Bitcoin, Ethereum, Litecoin dan lainnya. Menteri keuangan setempat menyampaikan tak ada rencana untuk menutupnya.

"Tak ada niatan untuk melarang maupun menekan (perdagangan) cryptocurrency," ujar Menteri Keuangan Korea Selatan, Kim Dong-yeon, dikutip dari CNBC, Kamis (1/2/2018).

Alih-alih melarang perdagangan mata uang digital, ia menambahkan bahwa pemerintah Korea Selatan hanya mengatur perdagangannya. Sebab, dalam pengumumannya, pemerintah Korea Selatan menemukan perdagangan cryptocurrency aneh ilegal yang bernilai hampir US$ 600 juta.

"Bea cukai telah menemukan perdagangan aneh ilegal yang memakai cryptocurrency sebagai penggalan dari satuan kiprah pemerintah," imbuh Kim.

Bea cukai Korea Selatan mendeteksi adanya perdagangan aneh ilegal senilai 637,5 miliar won atau sekitar US$ 596,02 juta. Sebanyak 472,3 miliar di antaranya terbentuk secara massal.

Agen perdagangan aneh ilegal dilaporkan mengoleksi 1,7 miliar won (US$ 1,59 juta) dari penduduk setempat dalam bentuk koin dompet elektronik yang dikirimkan kepada kawan biro di luar negeri.


Mitra biro tersebut lalu mencairkannya dan mendistribusikan penyelesaian transaksi kepada klien menurut negaranya.

Di Korea Selatan, layanan penukaran aneh hanya boleh dilakukan oleh bank dan broker resmi. Perusahaan dan penduduk setempat yang menukarkan lebih dari US$ 3.000 dari negeri tersebut harus menyerahkan dokumen pajak kepada pihak berwenang disertai alasan untuk transfer.

Dimulai pada 30 Januari 2018, pihak Korea Selatan hanya memperbolehkan rekening bank berjulukan lengkap kalau ingin melaksanakan transaksi cyrptocurrency. Ini dilakukan guna mencegah agresi pembersihan uang dan tindakan kriminal lainnya.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2