Investasi Bodong Terbanyak Di Bidang Forex, Kedua Di Uang Digital

Investasi Bodong Terbanyak Di Bidang Forex, Kedua Di Uang Digital

Foto: Angga Aliya ZRFFoto: Angga Aliya ZRF

Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis daftar pemeriksaan bodong yang beredar di masyarakat. Ada 57 entitas yang telah dipantau dan diperiksa pribadi oleh Satgas Waspada Investasi, dan telah diminta menghentikan kegiatannya atau berhenti beroperasi.

Dikutip dari keterangan resmi OJK, Rabu (7/3/2018), dari 57 entitas yang telah diringkus tersebut, 33 di antaranya merupakan entitas yang bergerak di bidang forex/futures trading atau sederhananya pertukaran atau jual beli mata uang.

Sisanya ialah 9 entitas di bidang cryptocurrency atau mata uang digital, 8 entitas di bidang multi level marketing dan 7 entitas di bidang lainnya.


Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menyampaikan imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tidak mempunyai izin perjuangan penawaran produk dan penawaran investasi sehingga berpotensi merugikan masyarakat sebab imbal hasil atau laba yang dijanjikan tidak masuk akal.

Satgas telah melaksanakan analisis terhadap acara perjuangan entitas tersebut dan menurut aturan aturan yang berlaku, telah dinyatakan bahwa entitas tersebut harus menghentikan kegiatannya.

Satgas Waspada Investasi juga mengumumkan bahwa ketika ini 13 Kementerian dan Lembaga sudah efektif tergabung dalam tugas-tugas untuk untuk mencegah dan menangani maraknya usulan dan praktek investasi ilegal.


Selain anggota usang yaitu OJK, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kemeterian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kejaksaan, Kepolisian RI, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), ketika ini sudah bergabung juga Bank Indonesia (BI), Kementerian Agama, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kementerian Ristekdikti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Dalam Negeri.

"Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat selalu berhati-hati dalam memakai dananya. Jangan hingga tergiur dengan iming-iming laba yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima," kata Tongam.

Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak mempunyai izin dari otoritas berwenang sanggup diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

Jika menemukan usulan investasi yang mencurigakan, masyarakat sanggup mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK telepon 157, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.


Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2