Jangan Tertipu, Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong Ini

Jangan Tertipu, Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong Ini

Foto: Grandyos ZafnaFoto: Grandyos Zafna

Jakarta - Satuan kiprah waspada investasi kemarin (7/3) menghentikan 57 aktivitas perjuangan yang terindikasi investasi bodong. Mulai dari penjualan cryptocurrency, future trading, sampai multilevel marketing.

Ciri-ciri investasi bodong itu apa saja ya?

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan perusahaan yang terindikasi investasi bodong biasanya menjanjikan laba atau imbal hasil yang sangat tinggi. Hingga di luar batas kewajaran dan di luar nalar.



Dia menceritakan, satgas beberapa waktu kemudian menghentikan aktivitas perjuangan investasi bodong yang bermodus menjual bitcoin atau cryptocurrency.

"Orang Indonesia itu sangat kreatif, mereka memanfaatkan cita-cita masyarakat Indonesia dengan iming-iming bunga yang besar. Ada yang memberi bunga 1% per hari, bagaimana mungkin itu?," kata Tongam kepada detikFinance, Kamis (8/3/2018).

Menurut dia, perusahaan-perusahaan tersebut juga bahkan ada yang menjanjikan laba 5% per hari. Tongam menyayangkan masih ada masyarakat yang percaya dengan janji-janji ini.

"Begini, kalau beliau kasih 1% per hari kenapa beliau ajak orang lain. Dia aja sendiri dan beliau jadi kaya. Mereka kreatif sekali dalam mengajak masyarakat," ujarnya.



Tongam meminta kepada masyarakat supaya waspada dan tak ikut aktivitas investasi yang tidak terang dan mencurigakan. Menurut dia, masyarakat juga harus memahami kalau tidak ada investasi dengan laba besar tapi hasilnya rendah.

"Kalau ada yang tawarkan investasi untungnya besar, tapi hasilnya rendah atau tidak berisiko. Tinggalkan, yang namanya investasi ya berisiko," ujar dia.

Menurut dia, ini memang masih menjadi persoalan di Indonesia sebab masyarakat Indonesia yang gampang tergiur dengan iming-iming imbal hasil yang dijanjikan penipu.

"Masyarakat masih ingin cepat kaya, dan ini dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu. Jangan salah, korban penipuan berkedok investasi ini tak hanya dari kalangan kurang berilmu tapi juga orang berpendidikan, jadi ini PR kita," ujarnya.



Untuk investasi masyarakat harus memperhatikan konsep 2 L ialah legal dan logis. Tongam mengimbau kepada masyarakat, kalau mendapatkan penawaran baik dari orang lain atau melalui internet harus memperhatikan prinsip 2 L.

"Logis artinya memperlihatkan imbal hasil yang wajar, tidak berlebihan. Legal harus ada izin usahanya. Makara harus waspada," ujar Tongam.

Dia menjelaskan, imbal hasil yang terlalu tinggi dan diklaim tanpa risiko justru cenderung menyesatkan.

Pertama legal artinya, periksa legalitas izinnya kalau ragu hubungi call center OJK di 1500655 atau waspadainvestasi@ojk.go.id. Dia menjelaskan, Satgas Waspada Investasi ke depannya masih terus menangani investasi ilegal dan terus mendapatkan pengaduan masyarakat.

"Kami melihat di media umum dan sumber informasi lainnya. Kami analisis, kami panggil entitas tersebut dan apabila diduga merugikan masyarakat maka kami hentikan kegiatannya," pungkasnya.


Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2