Orang Ri Ikut Nambang Bitcoin, Apa Dampaknya?

Orang Ri Ikut Nambang Bitcoin, Apa Dampaknya?

Foto: Getty ImagesFoto: Getty Images

Jakarta - Bitcoin sebagai salah satu cryptocurrency mempunyai pergerakan nilai yang cepat. Meskipun berfluktuasi bitcoin masih menjadi virtual currency yang paling dicari oleh orang-orang. Ada dua cara mendapat bitcoin yakni membeli via marketplace dan menambang atau mining.

Nah di Indonesia, dikala ini sedang booming menambang bitcoin. Hal ini diungkapkan oleh penjual komputer di Glodok. Mereka menyebutkan banyak orang yang melaksanakan pre order seperangkat komputer untuk menambang mata uang yang dibentuk oleh Satoshi Nakamoto ini.

Menanggapi hal tersebut, CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan menjelaskan banyaknya orang Indonesia yang mulai menambang bitcoin, maka turut mendorong perkembangan industri komputer di Indonesia.


"Karena dengan mining kan orang beli Video Graphic accelerator (VGA), peralatan komputer dan perlengkapan lain. Saya kita ini sangat positif," kata Oscar, Sabtu (3/3/2018).

Oscar mengungkapkan, maraknya mining bitcoin dibutuhkan dapat mendorong transaksi di marketplace yang menjual virtual currency ini. Hal ini alasannya yaitu supply bitcoin dapat lebih baik dan cepat.

Tapi, berdasarkan Oscar, menambang atau mining bukanlah pilihan sempurna bila ingin mendapat nilai hemat dari bitcoin.

"Kalau mining kan lebih lama, ya lebih cepat sih beli di marketplace. Lebih gampang juga," ujar dia.


Saat ini bitcoin tetap diminati sejumlah golongan yang memburu keuntungan. Pasalnya harga bitcoin sempat melambung tinggi sampai menyentuh US$ 18.900 per keping, padahal pada 2011 kemudian nilai bitcoin hanya sekitar Rp 100 ribuan.

Dia menjelaskan, bitcoin dapat disamakan dengan komoditas dan bukan sebagai alat pembayaran.

"Kami tetap dukung regulasi BI untuk transaksi pembayaran di Indonesia, sama kan kalau di Indonesia kita membayar pakai dolar AS, Euro atau Yen ilegal namanya, alasannya yaitu yang legal hanya rupiah," kata Oscar.


Oscar mengungkapkan, untuk digital aset ini, Jepang yaitu salah satu negara yang otoritas keuangannya telah mengatur bursa perdagangan cryptocurrency ini. Hal ini bertujuan untuk memonitor tindakan pembersihan uang dan pendanaan terorisme.

"Jadi memang ini hanya digital aset dan komoditas, aku tidak pernah minta ini disahkan jadi mata uang. Karena transaksi di Indonesia memang harus memakai rupiah," tutur Oscar.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2