Waspada! Ada Investasi Bodong Berkedok Jualan Bitcoin

Waspada! Ada Investasi Bodong Berkedok Jualan Bitcoin

Foto: Australia Plus ABCFoto: Australia Plus ABC

Jakarta - Mata uang virtual atau cryptocurrency termasuk bitcoin dikala ini mempunyai pamor yang tinggi. Ketua satgas waspada investasi, Tongam L Tobing, mengingatkan masyarakat semoga waspada dengan virtual currency.

Alasannya, vitual currency itu kan bukan keuangan dan tidak ada regulasinya. Selain itu sifatnya Spekulatif dan kesudahannya sangat tinggi.

Bukan itu saja bitcoin juga dimanfaatkan untuk investasi bodong. Tongam menceritakan beberapa waktu kemudian satgas waspada investasi menghentikan acara perusahaan yang terindikasi investasi bodong memakai bitcoin.


"Orang Indonesia itu sangat kreatif, mereka memanfaatkan impian masyarakat Indonesia dengan iming-iming bunga yang besar. Ada yang memberi bunga 1% per hari, bagaimana mungkin itu?," ujar Tongam kepada detikFinance, Sabtu (3/3/2018).

Menurut dia, perusahaan-perusahaan tersebut juga bahkan ada yang menjanjikan laba 5% per hari. Tongam menyayangkan masih ada masyarakat yang percaya dengan janji-janji ini.

"Begini, kalau ia kasih 1% per hari kenapa ia ajak orang lain. Dia aja sendiri dan ia jadi kaya. Mereka kreatif sekali dalam mengajak masyarakat," kata Tongam.


Tongam juga menceritakan ada kejadian unik yaitu penipuan dengan bitcoin bukan koin virtual, tapi berbentuk fisik.

"Bitcoin itu kan virtual, ada juga ini benar-benar koin dan ada fisiknya tapi ia nipu. Dibeli sama masyarakat koinnya, itu semua sudah dihentikan. Kecenderungannya mereka menipu masyarakat alasannya masyarakat masih ingin cepat kaya," kata dia.

Satgas waspada investasi juga sempat menghentikan perusahaan yang menjual bitcoin dengan dalih investasi. Seperti share profit system (SPS) coin dan Bitconnect.


Tongam menambahkan, sebagai komoditas, bitcoin ini belum mempunyai hukum dari otoritas, sehingga belum ada perlindungannya.

"Jadi kami imbau, jikalau ingin berinvestasi, berinvestasilah di instrumen yang legal dan logis," terperinci dia.

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2