Dalam 2 Bulan, Satgas Hentikan 72 Acara Investasi Tak Berizin

Dalam 2 Bulan, Satgas Hentikan 72 Acara Investasi Tak Berizin

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing/Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinanceKetua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing/Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance

Jakarta - Satgas Waspada investasi periode Maret dan April 2018 telah menghentikan 72 entitas yang diduga melaksanakan aktivitas perjuangan tanpa izin dan berpotensi merugikan masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan entitas-entitas tersebut memakai banyak sekali modus. Mulai dari perdagangan mata uang ajaib sampai bursa berjangka.

Pada Maret ada sekitar 32 entitas yang bergerak di bidang forex dan future, 9 cryptocurrency, 8 multilevel marketing (MLM) dan lain-lain 5 entitas. "Pada April ada entitas yang dilarang dari bidang cryptocurrency ada 6, MLM ada 9 dan lain-lain 3 entitas," kata Tongam dalam diskusi di Kantor OJK, Jakarta, Jumat (20/4/2018).


Tongam menjelaskan untuk modus penipuan memakai cryptocurrency ini biasanya mengatakan uang virtual bukan sebagai marketplace. Namun mereka menjanjikan imbal hasil tinggi apabila membeli cryptocurrency di perusahaan mereka.

"Padahal perdagangan virtual currency ini lebih bersifat spekulatif alasannya yaitu mempunyai risiko yang sangat tinggi dan tidak dapat dijanjikan besarannya," ujar dia.

Virtual currency bukan merupakan instrumen investasi keuangan yang mempunyai regulasi. Karena itu Satgas Waspada Investasi mengimbau kepada masyarakat biar waspada terhadap penawaran Bitcoin atau virtual currency yang ketika ini sedang marak.


Saat ini anggota satgas waspada investasi terdiri dari 13 forum antara lain OJK, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Polri, Kejaksaan Agung, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, Bank Indonesia dan PPATK.

Dia menjelaskan, dengan banyaknya forum yang terlibat dibutuhkan dapat membantu edukasi dan sosialisasi di seluruh Indonesia.


Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2