Ini 4 Modus Penipuan Berkedok Investasi Yang Harus Diwaspadai

Ini 4 Modus Penipuan Berkedok Investasi Yang Harus Diwaspadai

Foto: Tim Infografis: Nadia PermatasariFoto: Tim Infografis: Nadia Permatasari

Jakarta - Satuan kiprah (satgas) waspada investasi mengungkapkan modus penipuan berkedok investasi masih terjadi ke depannya. Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing memprediksi modus yang marak akan digunakan. Di antaranya:

Cryptocurrency

Biasanya penjualan cryptocurrency ini mengiming-imingi pembeli dengan imbal hasil yang tinggi.

"Seperti SPS Coin yang memperlihatkan laba 1%, padahal cryptocurrency itu mengikuti prosedur pasar dan fluktuasinya juga tinggi," kata Tongam dalam diskusi di Gedung OJK, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Kemudian, modus cryptocurrency ini juga menyediakan progdam lending atau bonus peminjaman cryptocurrency kepada pihak lain. Makara masyarakat membeli cryptocurrency lalu meminjamkan kepada orang lain dan akan mendapat keuntungan. Selain itu juga ada jadwal staking yakni bonus penyimpanan cryptocurrency dalam jangka waktu tertentu.

Multi Level Marketing (MLM)

Tongam mengungkapkan, modus memakai sketsa MLM ini ialah salah satu yang paling banyak dipakai oleh entitas penipuan.

"Biasanya mereka memperlihatkan barang yang tidak berkualitas baik tapi pakai sketsa MLM fokus mereka mencari laba dengan perekrutan anggota baru," ujar dia.

Selain itu, sebab fokus mereka member get member dengan iming-iming imbal hasil yang besar maka fokus bukan pada penjualan produk.



Forex

Broker ini biasanya memperlihatkan produk yang tidak mempunyai izin. Tongam mengungkapkan ada perusahaan broker forex absurd yang menjual di Indonesia. Padahal mereka tidak mempunya izin di Indonesia.

"Mereka itu perusahaan forex dari luar negeri memperlihatkan produk di Indonesia tanpa izin," ujar dia.

Duplikasi Website

Modus ini biasanya dipakai dengan melaksanakan duplikasi atau penggandaan alamat website perusahaan investasi yang mempunyai izin perjuangan dari otoritas yang berwenang.

"Mereka menduplikat alamat website perusahaan investasi yang berizin, mereka juga memakai company profile dari perusahaan itu. Ya tujuannya untuk menipu. Ini semua harus diwaspadai," ujar dia.

Dia menjelaskan, kalau masyarakat merasa ragu dengan perusahaan investasi. Bisa menghubungi hotline OJK di 157 untuk informasi lebih lanjut. Seperti bidang dan izin perjuangan perusahaan tersebut.


Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2