20 Orang Terkaya di Indonesia, Siapa Inspirasimu?

20 Orang Terkaya di Indonesia, Siapa Inspirasimu?

Inilah 20 Orang Terkaya di Indonesia, Siapa Inspirasimu?

"Membaurlah dengan orang-orang yang berotak bisnis dan sukses karena kesuksesan mereka dapat menular ke Anda."

Kesuksesan tidaklah datang secara instan, tetapi dibutuhkan usaha keras untuk dapat meraihnya. Begitu pula dengan orang-orang yang sudah berhasil mencapai puncak kesuksesan dalam hidup mereka. Tentu saja mereka memulai semuanya dengan usaha yang maksimal.
Di Indonesia banyak pengusaha yang sukses dalam bisnisnya dan kemudian dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia. Penasaran siapa saja mereka dan bagaimana biografi singkatnya? Simak ulasan tentang orang terkaya di Indonesia tahun 2018 versi Forbes berikut ini.

20. Husain Djojonegoro dan Keluarga

Jumlah Kekayaan: USD 1.46 Miliar = Rp2 Triliun
Almarhum ayah Husain Djojonegoro, Chandra dan pamannya, Chu Sok Sam, memulai Orang Tua Group pada tahun 1948 menjual anggur herbal. Sekarang dikelola dan dimiliki oleh Husain dan dua saudara lelakinya, kelompok ini dikenal dengan produk makanan dan minumannya.
Husain dan adiknya Pudjiono mengelola Grup ABC, yang membuat baterai ABC, minuman energi Kratingdaeng, dan minuman kesehatan ANDA. Saudaranya Hamid mengelola kelompok barang-barang konsumennya, yang memperkenalkan merek-merek baru seperti teh rasa Vit-Amin, wafer Chizmill dan minuman herbal Jagak.

19. Alexander Tedja

Jumlah Kekayaan: USD 1.5 Miliar = Rp21 Triliun
Alexander Tedja lahir di Medan, 22 September 1945 umur 73 tahun adalah seorang pengusaha yang berasal dari Indonesia. Ia dikenal sebagai raja properti dan mal dari Surabaya dengan grup perusahaan di bawah bendera Pakuwon Group.

18. Kuncoro Wibowo dan Keluarga

Jumlah Kekayaan: USD 1.58 Miliar = Rp22 Triliun
Kuncoro Wibowo adalah presiden komisaris PT Ace Hardware Indonesia, pemegang lisensi jaringan toko perangkat keras di AS. Ace Hardware Indonesia memiliki lebih dari 120 toko di negara tersebut, termasuk toko Ace terbesar di dunia. Grup Kawan Lama miliknya juga memiliki PT Home Indonesia, yang bersaing dengan Ikea. Wibowo mengambil alih bisnis setelah keluarga dan, dengan bantuan dari 5 saudara, mulai mengimpor dan mendistribusikan peralatan teknis.

17. Theodore Permadi Rachmat


Jumlah Kekayaan: USD 1.6 Miliar = Rp22,6 Triliun 
Theodore Permadi Rachmat atau yang lebih dikenal dengan TP Rachmat merupakan seorang pengusaha yang memimpin Grup Astra. Awalnya perusahaan ini didirikan pamannya, yakni William Soeryadjaya. Ia memulai kariernya sebagai sales Astra pada tahun 1968. Setelah lulus, ia menjadi karyawan ke-15. Akhirnya, pada 1972, TP dipercaya mengelola United Tractors yang merupakan anak perusahaan dari Astra, sampai tahun 2005.
Setelah itu ia mendirikan perusahaan sendiri bernama Triputra Group yang bergerak dalam bidang batu bara, karet olahan, manufaktur, perdagangan, agribisnis, hingga dealership motor serta logistik. Bersama saudaranya, ia juga turut andil membesarkan perusahaan tambang batu bara bernama PT Adaro Energy di Kalimantan. Pada 2017, ia sukses menembus peringkat 10 besar orang terkaya di Indonesia setelah pada tahun sebelumnya hanya masuk 20 besar.

16. Garibaldi Thohir


Jumlah Kekayaan: USD 1.67 Miliar = Rp23 Triliun
Garibaldi Thohir atau biasa dikenal dengan Boy Thohir adalah seorang pengusaha dan investor yang berasal dari Indonesia. Ia dikenal sebagai pengusaha tambang batu bara dengan grup perusahaan di bawah bendera Adaro Energy. Adaro Energy dikembangkan bersama Edwin Soeryadjaya dan Theodore Permadi Rachmat. Di Adaro Energy, ia menduduki jabatan sebagai Presiden Direktur

15. Martua Sitorus


Jumlah Kekayaan: USD 1.69 Miliar = Rp23,9 Triliun
Martua Sitorus atau dikenal juga dengan Thio Seeng Haap (吴笙福) adalah seorang pengusaha Indonesia. Ia bersama dengan Kuok Khoon Hong mendirikan perusahaan Wilmar International yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolah minyak sawit mentah (CPO) serta produsen gula.
Wilmar juga bekerja sama dengan perusahaan AS, Kellogg untuk menjual makanan di China dan mengakuisisi perusahaan tambang batu bara di Australia yakni Whitehaven Coal Ltd. Awalnya Martua Sitorus yang dilahirkan di Pematangsiantar, Sumatera Utara ini, berdagang udang waktu masih muda.

14. Peter Sondakh


Jumlah Kekayaan: USD 1.7 Miliar = Rp24 Triliun
Peter Sondakh melanjutkan bisnis ayahnya yang fokus memproduksi minyak kelapa dan mengekspor kayu. Pada usia 20 tahun, ayah Peter meninggal. Ia pun harus mengambil alih bisnis untuk mencari nafkah untuk keluarga, terlebih lagi ia harus membiayai ibu serta empat orang.
Saat berusia 22 tahun, ia mendirikan perusahaan bernama PT Rajawali Corporation yang melahirkan saluran televisi pertama di Indonesia, yakni RCTI. Melalui perusahaan ini, Peter Sondakh berbisnis properti sebagai perluasan dari bisnis yang sudah ditekuni ayahnya yang kemudian bermitra dengan Hyaat Hotel dan Novotel Sheraton sehingga menjadi hotel bintang lima. Tidak hanya itu, ia juga memiliki saham di perusahaan taksi Ekspres Transindo Utama.

13. Putera Sampoerna & Keluarga


Jumlah Kekayaan: USD 1.75 Miliar = Rp25 Triliun
Ahli waris tembakau Putera Sampoerna menjual bisnis rokok kretek keluarga kepada Philip Morris senilai $ 2 miliar pada tahun 2015. Melalui Sampoerna Strategic Group, keluarga ini juga memiliki investasi di bidang pertanian, keuangan, telekomunikasi dan kayu. Putra bungsunya, Michael Sampoerna yang juga pemain poker profesional ikut menjalankan bisnis ini.

12. Murdaya Poo


Jumlah KekayaanUSD 2.2 Miliar = Rp32 Triliun
Murdaya Poo dikenal sebagai seorang pengusaha sukses di Indonesia. Central Cipta Murdaya merupakan induk seluruh perusahaan Keluarga Poo yang bergerak di bidang kelistrikan, engineering, teknologi informasi, perdagangan, infrastruktur, agribisnis, manufaktur, properti, dan kehutanan.
Sumber kekayaan Murdaya berasal dari sektor energi, industri, dan lainnya. Keunikannya dibanding dengan pengusaha lain di Indonesia ialah memiliki pasangan yang juga pengusaha sukses, yaitu Sri Hartati Tjakra Murdaya. Keduanya saling bahu-membahu dalam mencapai kesuksesan bersama. Selain sebagai pengusaha, Murdaya Poo juga seorang anggota DPR.
Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

12. Mochtar Riady


Jumlah Kekayaan: USD 2.3 Miliar = Rp32 Triliun
Mochtar Riady yang merupakan pengusaha Indonesia terkemuka. Ia adalah seorang pendiri sekaligus presiden komisaris dari Lippo Grup. Hingga saat ini, ia dikenal masyarakat sebagai seorang praktisi perbankan yang andal. Karier suksesnya memang dimulai dari menjadi seorang bankir, cita-citanya dahulu sejak kecil.
Awalnya Mochtar mendapat kesempatan untuk mengurus bank yang bermasalah hingga akhirnya maju, kemudian ia pindah ke Bank Buana lalu Bank Panin. Hingga saat ini namanya melambung menjadi salah satu konglomerat keturunan Tionghoa hingga ke mancanegara.

11. Low Tuck Kwong


Jumlah Kekayaan: USD 2.5 Miliar = Rp36 Triliun
Low Tuck Kwong dilahirkan di Singapura, tetapi pada tahun 1972, ia mengadu nasib dan pindah ke Indonesia. Saat masih di Singapura, ia sempat bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya, David Low Yi Ngo. Pada tahun 1992, ia berganti kewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Tahun 1997, ia membeli tambang batubaranya yang pertamanya melalui PT. Gunungbayan Pratamacoal. Tahun 1998,melalui PT Dermaga Perkasapratama, Ia juga mengoperasikan Terminal Batubara di Balikpapan, Kalimantan. Di sektor pertambangan Batubara dengan perusahaan Bayan Resources inilah yang mengantarkan ia menjadi orang terkaya no. 30 (versi majalah Forbes)

10. Prajogo Pangestu


Jumlah Kekayaan: USD 3 Miliar = Rp43Triliun
Pada 2017, Prajogo Pangestu berhasil menembus deretan 20 orang terkaya di Indonesia setelah beberapa tahun absen. Hal ini dikarenakan bisnisnya di perusahaan petrokimia Barito Pacific dan anak perusahaannya, Chandra Asri Petrochemical keuntungannya melonjak hingga 5 kali lipat dalam setahun terakhir. Taipan kelahiran 1944 ini mengawali bisnisnya di industri perkayuan pada akhir tahun 1970-an dengan menggunakan nama Djajanti Timber Group.

9. Jogi Hendra Atmadja


Jumlah Kekayaan: USD 3.1Miliar = Rp44 Triliun
Jogi Hendra Atmadja adalah kepala Mayora Group, pengolah makanan terbesar di Indonesia, membuat semuanya mulai dari kopi dan sereal hingga permen dan biskuit. Produk dari Mayora Group telah tersebar lebih dari 90 negara.
Keluarganya adalah imigran Cina generasi ketiga yang mulai membuat biskuit pada tahun 1970. Atmadja dan keluarganya, termasuk saudara dan sepupu, memiliki saham besar dalam bisnis ini.

8. Boenjamin Setiawan


Jumlah Kekayaan: $3.2 Miliar = Rp45Triliun
Boenjamin Setiawan, yang memiliki gelar doktor dalam bidang farmakologi, mendirikan Kalbe Farma di sebuah garasi pada tahun 1966. Kalbe Farme sekarang adalah perusahaan farmasi terbesar di Indonesia.
"Dr. Boen," begitu ia dijuluki, juga mengendalikan Mitra Keluarga, yang mengoperasikan 12 rumah sakit.

7. Chairul Tanjung


Jumlah Kekayaan: USD 3.5 Miliar = Rp50 Triliun
Berada di posisi empat, ada “si Anak Singkong”, Chairul Tanjung. Ia merupakan pengusaha sekaligus mantan Menko Perekonomian. CT, sapaan akrabnya, sempat menjadi Menko Perekonomian pada 19 Mei 2014 hingga 27 Oktober 2014 menggantikan Hatta Rajasa. Nama Chairul terkenal sebagai pengusaha sukses yang memimpin CT Corp.
Hingga saat ini, perusahaannya telah membawahi beberapa anak perusahaan, seperti Bank Mega, Trans Corp, dan CT Global Resources. Ia memulai bisnisnya sejak di bangku kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

6. Tahir


Jumlah Kekayaan: USD 4.5 Miliar = Rp63 Triliun
Dato’ Sri Tahir, atau yang terlahir dengan nama Ang Tjoen Ming, merupakan seorang pengusaha di Indonesia. Selain sebagai pengusaha, ia juga seorang investor, filantropis, sekaligus pendiri dari Mayapada Group. Perusahaan ini merupakan holding company yang telah mempunyai beberapa unit usaha di Indonesia, meliputi perbankan, TV berbayar, media cetak, rumah sakit, properti, hingga rantai toko bebas pajak atau duty free shopping (DFS).

5. Anthoni Salim


Jumlah Kekayaan: $5.3 Miliar Rp75 Triliun
Anthoni Salim adalah direktur utama PT. Salim Group, perusahaan investasi yang dikelola keluarga dengan yang juga bergerak di berbagai bidang lain termasuk makanan, perbankan, dan telekomunikasi. Selama krisis keuangan Asia 1997-1998, Salims kehilangan kendali atas Bank Central Asia kepada keluarga Hartono, yang sekarang menjadi keluarga terkaya di negara di Indonesia saat ini.
Salim juga adalah pemegang saham mayoritas (44%) dari perusahaan investasi yang terdaftar di Hong Kong First Pacific yang memiliki aset $ 17,2 miliar di enam negara. Anak dari pengusaha Sudono Salim ini juga merupakan CEO dari PT. Indofood

4. Sri Prakash Lohia


Jumlah Kekayaan: USD7.5 Miliar = Rp106 Triliun
Sri Prakash Lohia merupakan pendiri sekaligus ketua dari Indorama Corporation. Indorama Corporation merupakan perusahaan petrokimia dan tekstil di tanah air. Pria yang lahir dan besar di India ini menghabiskan banyak kehidupannya di Indonesia untuk berbisnis. Ia telah menetap di Indonesia sejak tahun 1974 untuk menjalankan kehidupan profesionalitasnya dengan berbisnis.

3. Eka Tjipta Widjaja dan Keluarga


Jumlah Kekayaan: $8.6 Miliar Rp121 Triliun
Adalah seorang imigran Tionghoa ke Indonesia, Eka Tjipta Widjaja yang juga merupakan pengusaha dan pendiri PT. Sinar Mas. Saat ini Sinar Mas telah merambah dunia bisnis di bidang kertas, real estat, jasa keuangan, agribisnis dan telekomunikasi.
Baru-baru ini dia juga mendirikan pabrik oleokimia yang bekerja sama dengan perusahaan Spanyol Cepsa di pulau Riau, Indonesia. Kedua anak laki-lakinya yaitu Franky menjalankan perusahaan raksasa kelapa sawit Golden Agri-Resources dan Oei Hong Leong mengelola investasinya sendiri di Singapura.

2. Susilo Wonowidjojo & family


Jumlah Kekayaan: $9.2 Miliar Rp130 Triliun
Susilo Wonowidjojo dan keluarganya mendapatkan kekayaan mereka dari pembuat rokok kretek yang diperdagangkan, Gudang Garam, yang menghasilkan 70 miliar batang rokok per tahun dan telah berdiri sejak tahun 1958. Susilo telah menjadi direktur utama sejak 2009 semenjak kakaknya Rachman Halim direktur utama sebelumnya meninggal tahun 2008.

1. Robert Budi dan Michael Bambang Hartono


Jumlah Kekayaan: $35 Miliar Rp494 Triliun
Sosok yang satu ini ternyata masih betah bertengger di peringkat pertama dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Nama Robert Budi Hartono berhasil bertahan di daftar nama orang terkaya di Indonesia selama beberapa tahun. Pria yang memiliki nama asli Oei Hwie Tjhong ini adalah anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum, yaitu Oei Wie Gwan. Kekayaannya berasal dari bisnis utamanya, yakni rokok. Selain itu, ia juga memiliki sebagian besar saham Bank BCA.

Mulailah Meniti Kesuksesan Sejak Muda

Diperlukan kerja keras dan usaha yang maksimal untuk mencapai kesuksesan karena tidak ada kesuksesan yang didapat secara instan. Sama seperti para orang terkaya di Indonesia, mereka membutuhkan waktu yang tidak sebentar menata bisnisnya dari bawah hingga mencapai puncak kesuksesan. Oleh karena itu, mulailah meniti karier Anda sejak masih muda, selagi masih banyak waktu.
Sumber:
https://www.cermati.com/artikel/inilah-20-orang-terkaya-di-indonesia-siapa-inspirasimu
.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2