Sudah Dibasmi Investasi Bodong Masih Bermunculan, Kok Bisa?

Sudah Dibasmi Investasi Bodong Masih Bermunculan, Kok Bisa?

Foto: Tim Infografis: Nadia PermatasariFoto: Tim Infografis: Nadia Permatasari

Jakarta - Penipuan berkedok investasi sekarang masih menjadikan keresahan di masyarakat. Satuan kiprah waspada investasi sepanjang Oktober 2019 sudah menghentikan 13 aktivitas investasi ilegal. Ketua satgas waspada investasi, Tongam L Tobing mengungkapkan dikala ini memang masih marak penawaran aktivitas investasi ilegal.

Dia menjelaskan investasi biasanya berupa penawaran forex dan mengatakan imbal hasil yang besar. "Mereka mengatakan kepada masyarakat, imbal hasil tanpa risiko 1% per hari. Base mereka di luar negeri dan ada biro di Indonesia," kata Tongam di kantor OJK, Jakarta, Kamis (30/10/2019).

Dari data Satgas ada 3 jenis entitas trading forex, 5 money game, 3 multilevel marketing, 1 cryptocurrency dan 1 koperasi tanpa izin.


Tongam mengungkapkan, penawaran yang menciptakan masyarakat tergiur, derasnya arus informasi juga menciptakan makin banyaknya investasi bodong ini.

Sejak 2017 investasi ilegal ini entitasnya terus bertambah. Pada 2017 ada 80 entitas investasi bodong yang ditutup oleh satgas. Kemudian pada 2018 ada 107 investasi bodong dan sepanjang 2019 (akhir Oktober) ada 263 entitas investasi ilegal.

"Ini sangat gampang melaksanakan penawaran aneka macam macam, akomodasi informasi dan akomodasi menciptakan aplikasi ini sangat gampang untuk dipresentasikan. Mereka sangat dapat menciptakan masyarakat percaya dengan iming-iming imbal hasil tinggi dan itu jadi peluang bagi pelaku," ujar dia.



Untuk mencegah korban investasi bodong ini OJK berupaya untuk meningkatkan literasi produk keuangan kepada masyarakat.

Ini daftar entitas investasi bodong yang dilarang OJK sepanjang Oktober:







Simak Video "Tergiur Untung Besar, Banyak Warga Babel Tertipu Bitcoin"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2