Minta Bank Muamalat Diperkuat, Maruf Amin: Jangan Dibiarkan Mati

Minta Bank Muamalat Diperkuat, Maruf Amin: Jangan Dibiarkan Mati

Foto: Wapres Maruf Amin (Fida-detikcom)Foto: Wapres Ma'ruf Amin (Fida-detikcom)

Jakarta - Bank Muamalat tengah mengalami kesulitan permodalan. Bank syariah tertua ini tengah mencari investor untuk menyelamatkan perusahaan

Merespons hal tersebut, Wapres Ma'ruf Amin mendukung biar Bank Muamalat diperkuat. Ia berharap ada investor yang pas untuk membantu Bank Muamalat tetap hidup.

"Kita serahkan pada OJK sebagai forum yang mempunyai otoritas untuk menuntaskan duduk kasus Bank Muamalat dan menggandeng investor yang layak dan pantas. Untuk menguatkan Bank Muamalat supaya tidak menjadi masalah," kata Ma'ruf Amin di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019).


Ma'ruf menyampaikan nama Bank Muamalat sebagai bank syariah sudah kuat. Hal tersebut menjadi modal penting untuk menyelamatkan Bank Muamalat.

"Istilahnya itu menyebarkan Bank Muamalat yang memang secara brand sudah sangat kuat. Karena itu penting untuk dikuatkan, dan jangan dibiarkan menjadi mati," jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah calon investor tiba silih berganti, mulai dari investor lokal sampai luar negeri. Yang paling gres ialah bank BUMN disebut akan menyelamatkan Bank Muamalat dari 'ancaman kebangkrutan'.


Menanggapi hal tersebut Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo menjelaskan ketika ini Bank Muamalat Indonesia sedang dijajaki oleh sejumlah calon investor yang sudah menyatakan minat. Penjajakan tersebut bertujuan untuk memproses penguatan modal bank melalui investor strategis dan melaksanakan langkah perbaikan lainnya.

Dia menjelaskan, OJK memperlihatkan kesempatan kepada calon investor yang sudah melaksanakan langkah investasi strategis.

"Termasuk langkah baik dari konsorsium lokal maupun asing, BUMN maupun non BUMN," kata Slamet dalam keterangan tertulis, Kamis (14/11).

Simak Video "Ledakan Granat Asap di Monas, Ma'ruf: Istana Aman"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2