Mui: Jangan Terbuai Iming-Iming Investasi Syariah

Mui: Jangan Terbuai Iming-Iming Investasi Syariah

Foto: Rifkianto NugrohoFoto: Rifkianto Nugroho

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara soal sengkarut yang menimpa investasi bodong Kampoeng Kurma. Sekjen MUI Anwar Abbas menyebut, berguru dari insiden Kampoeng Kurma ini, masyarakat jangan gampang terbuai iming-iming investasi yang menyalahgunakan label 'syariah'.

"Karena itu bagi aku jangan terlalu cepat percaya jikalau ada orang menyatakan syariah ini syariah," kata Anwar di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019).

Agar tak terjebak dengan iming-iming syariah itu, ia menyarankan masyarakat lebih memperhatikan kelengkapan persyaratan termasuk izin-izin yang dimiliki perusahaan yang memperlihatkan investasi.

"Pertanyaan aku ada DPS-nya nggak tuh. Ada dewan pengawas syariah nggak?" sambung dia.


Sebelumnya, satuan kiprah waspada investasi telah menghentikan aktivitas Kampung Kurma pada 28 April 2019 kemudian sebab terindikasi ilegal alias bodong.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan ketika ini pihaknya sudah meminta Kementerian Kominfo untuk memblokir situs dan aplikasinya.


Dia menjelaskan ada dugaan jumlah kerugian mencapai Rp 100 juta/ orang dengan total jumlah nasabah yang sudah melaksanakan pengaduan sebanyak 100 orang. Dengan kata lain, sudah ada indikasi kerugian sampai Rp 10 m.

"Masih dugaan (kerugiannya). Sekitar 100 orang dengan rata-rata Rp 100 juta/orang," kata Tongam ketika dihubungi detikcom, Jumat (15/11) lalu.

Simak Video "Ma'ruf Amin soal Standardisasi Dai MUI: Kompetensi Ini Penting!"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2