Strategi Ri Genjot Konsumsi Masyarakat

Strategi Ri Genjot Konsumsi Masyarakat

Foto: Maikel JefriandoFoto: Maikel Jefriando

Jakarta - Pemerintah terus berupaya mendongkrak konsumsi rumah tangga. Menurut Kementerian Keuangan, konsumsi masyarakat merupakan salah satu kunci utama yang dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Salah satu cara yang dapat ditempuh yakni peningkatan terusan perjuangan mikro kecil dan menengah (UMKM) terhadap sumber permodalan.

Hal ini dimaksudkan untuk membuat lapangan perjuangan gres sampai membuka suplemen kesempatan kerja yang berujung pada peningkatan aktifitas ekonomi yang tercermin dari meningkatnya belanja masyarakat.

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dapat jadi solusi peningkatan terusan permodalan tersebut.

Sampai dengan Bulan Agustus 2019 Industri BPR-BPRS telah menyalurkan kredit ke pelaku UMKM mencapai Rp 106 triliun atau tumbuh
11,44%.


Selain itu, Jumlah nasabah yang dilayani mencapai 15,6 juta rekening, nasabah tersebut didominasi oleh penabung sebanyak 11,5 juta rekening dan rata-rata jumlah tabungannya sebesar Rp 2 juta. Sedangkan nasabah debitur sebanyak 3,6 juta rekening dan rata-rata pinjamannya yakni Rp 29 juta.

Namun, hal itu saja tidak cukup. Butuh upaya biar akese masyarakat terhadap layanan permodalan dari BPR-BPRS dapat ditingkatkan. Salah satu upayanya yakni dengan memanfaatkan layanan keuangan berbasis digital atau yang dikala ini lebih dikenal dengan Financial Technology (fintech).

Seperti kita saksikan bersama, khususnya dalam beberapa waktu terakhir, teknologi informasi dan komunikasi, khususnya penetrasi internet dan smartphone telah mengalami perkembangan yang sangat luar biasa.

Dalam konteks di Indonesia misalnya, laporan dari McKinsey tahun 2018 dan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia tahun 2018 mengatakan bahwa dari 265 juta penduduk Indonesia, 178 juta merupakan pengguna telepon seluler, 171 juta penduduk merupakan pengguna internet dan 130 juta merupakan pengguna media umum aktif.

Revolusi digital yang dikala ini sedang terjadi telah menyadarkan kita bahwa dikala ini kita telah berada pada tahap permulaan dari revolusi industri 4.0, yaitu revolusi yang mentransformasi proses bisnis dengan lebih memanfaatkan teknologi informasi, otomasi, termasuk artificial intelligence, internet of things, dan digital economy.

Revolusi digital tersebut kemudian secara signifikan telah mengubah cara pandang dalam melaksanakan kegiatan ekonomi di aneka macam potongan dunia menyerupai penggunaan e-commerce yang masif dan telah melahirkan model-model bisnis gres diantaranya berupa layanan peer-to-peer lending dan sharing economy.

Melihat kenyataan tersebut, Industri BPR-BPRS harus melaksanakan penemuan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi yang ada. Walaupun keunggulan komparatif yang dimiliki oleh Industri BPR-BPRS yang tidak akan pernah tersaingi yaitu fokus melayani UMKM, pendekatan personal, pelayanan gampang dan cepat, BPR sebagai community Bank dan keberadaannya menyebar merata di seluruh Indonesia.

Untuk itu, pilihan Industri BPR-BPRS dalam merespon revolusi digital yakni melaksanakan strategic partnership dan kolaborasi.

Tentunya dengan model bisnis yang saling melengkapi, menguntungkan dan mendorong tumbuh bersama. Sehingga efek akhirnya, masyarakat yang dilayani lebih mudah, cepat dan aman.


Salah satu upaya tersebut yakni melalui Tema Rapat Kerja Nasional Perbarindo 2019 yaitu "PENGUATAN SINERGI BPR-BPRS UNTUK MEMPERLUAS AKSES LAYANAN PERBANKAN MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI".

Dalam program Seminar Nasional nanti, akan dihadiri oleh narasumber dari aneka macam Industri yang dalam waktu bersahabat ini, tidak tertutup kemungkinan akan bersinergi dan berkolaborasi dengan Industri BPR - BPRS, yaitu antara lain KEIN RI, Koinwork, OVO, Investree, Bukalapak dan GETI (Authorized Global Channer Partner Alibaba.com).

Industri BPR-BPRS yakin Sinergi dan koloborasi dengan aneka macam pihak strategis merupakan kunci untuk meningkatkan dan memperkuat daya saing Industri BPR-BPRS dalam menghadapi tantangan perekonomian global, disrupsi teknologi dan menjaga momentum pertumbuhan Industri BPR-BPRS untuk memperluas terusan layanan dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdikari secara ekonomi.

Simak Video "Warung Diharapkan Tak Cuma Jualan di Kampung, Tapi Berani e-Commerce"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2