Anggaran Dinas Naik Terus, Apa Hasilnya?

Anggaran Dinas Naik Terus, Apa Hasilnya?

Foto: Tim Infografis: Zaki AlfarabiFoto: Tim Infografis: Zaki Alfarabi

Jakarta - Belanja barang punya porsi yang besar dalam belanja pemerintah pusat. Tak heran, pos ini kerap menjadi target fokus efisiensi.

Sejalan dengan itu, belanja barang memuat anggaran dinas. Anggaran ini terus mengalami kenaikan. Lalu, apa hasilnya?

Mengutip Riset CNBC Indonesia, Rabu (11/12/2019), pada 2019, belanja pemerintah sentra dianggarkan Rp 1.634,34 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 344,64 triliun (21,09%) yaitu belanja barang.

Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) mendefinisikan belanja barang sebagai pembelian barang dan jasa yang habis pakai untuk memproduksi barang dan jasa yang dipasarkan maupun tidak dipasarkan. Belanja barang terbagi tiga, yaitu pengadaan barang dan jasa, pemeliharaan, serta perjalanan. Belanja perjalanan dinas aparatur negara dinilai kurang efisien, tidak terperinci hasilnya, dan berbau pemborosan.

"Kita terus menerus dari seluruh standar untuk penggunaan uang negara itu diatur setertib mungkin. Kita tetap coba akomodatif atas kebutuhan berbeda dari kementerian/lembaga atau daerah. Kita terus perbaharui dan perbaiki mulai dari satuan biayanya standarnya, sampai kepantasan. Supaya tidak terjadi satu rombongan begitu banyak," tegas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.


Simak Video "Pengakuan Jokowi Bagi-bagi Proyek di Ibu Kota Baru"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2