Arahan Joko Widodo Ke Luhut: Tekan Impor Baja Dan Petrokimia!

Arahan Joko Widodo Ke Luhut: Tekan Impor Baja Dan Petrokimia!

Ilustrasi Impor Baja Foto: Agung PambudhyIlustrasi Impor Baja Foto: Agung Pambudhy

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menekan impor besi dan baja serta petrokimia. Pasalnya itu menjadi salah satu penyumbang defisit transaksi berjalan.

Arahan tersebut disampaikannya ketika membuka rapat terbatas (ratas) mengenai akselerasi implementasi aktivitas perindustrian dan perdagangan di Kantor Presiden, Jakarta Pusat.

Merujuk data BPS, ia menyebut impor materi baku atau materi baku penolong menawarkan bantuan yang besar, yaitu 74,06% dari total impor Januari hingga Oktober 2019. Sedangkan impor barang modal angkanya mencapai 16,6%, dan impor barang konsumsi 9,29%.

"Kalau kita lihat lebih dalam lagi jenis barang materi baku yang masih besar angka impornya antara lain ialah besi baja yang mencapai US$ 8,6 miliar, dan industri kimia organik atau petrokimia yang mencapai US$ 4,9 miliar, dan juga industri kimia dasar," katanya Rabu (11/12/2019).


Berdasarkan data tersebut, Jokowi meminta peluang investasi untuk industri substitusi impor dibuka selebar-lebarnya. Harus ada langkah-langkah yang positif untuk mendorong tumbuhnya industri pengolahan ibarat industri besi baja dan petrokimia. Dia meminta Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memerhatikan hal itu.

"Berarti tadi besi baja, industri petrokimia harus betul-betul, harus dibuka alasannya ini merupakan substitusi impor. Ini tolong ini jadi catatan BKPM, jadi catatan Pak Menko Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Panjaitan)," sebutnya.

"Dan tumbuhnya industri pengolahan bukan hanya untuk menghasilkan barang-barang pengganti impor tapi juga akan menawarkan nilai tambah alasannya membuka lapangan kerja yang cukup besar. Ini yang memang kita kejar, membuka lapangan kerja," sebutnya.


Selain itu, Jokowi juga meminta aktivitas materi bakar B30 untuk segera diimplementasikan. Menurut laporan Menteri BUMN Erick Thohir, itu dapat dilaksanakan bulan ini.

"Tidak kalah pentingnya percepatan mandatori B30 dalam rangka menurunkan impor BBM kita. Saya tadi mendengar dari Pak Menteri BUMN bulan ini sudah dapat kita mulai untuk B30," tambahnya.

Simak Video "Komentari Penusukan Wiranto, Luhut Pandjaitan: Jangan Dibesar-Besarkan"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2