Begini Model Bisnis Garuda Tauberes, Cucu Perjuangan Garuda

Begini Model Bisnis Garuda Tauberes, Cucu Perjuangan Garuda

Foto: Direktur Teknologi Garuda Tauberes Indonesia, Gisneo Pratala,/Dok IstimewaFoto: Direktur Teknologi Garuda Tauberes Indonesia, Gisneo Pratala,/Dok Istimewa

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah menyoroti anak-cucu perusahaan pelat merah. Salah satunya, PT Garuda Tauberes Indonesia yang merupakan cucu perjuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Erick mengaku tak tahu bergerak di bidang apa cucu perjuangan tersebut. Erick bahkan tergelitik hingga tertawa keras ketika menyebut nama Garuda Tauberes.

Lantas, ibarat apa model bisnis Garuda Tauberes?

Direktur Teknologi Garuda Tauberes Indonesia, Gisneo Pratala menyebut, Garuda Tauberes ialah perusahaan rintisan fasilitator logistik. Gisneo mengklaim pihaknya bukan perusahaan kurir, namun punya tujuan untuk mengirim barang di hari yang sama atau sameday.


"Kita di Tauberes nggak punya pesawat, kita nggak punya kurir, tapi kita dapat ngirim paket, kargo dan sebagainya itu yang kita cita-citakan. Bisnis model kita ini rigid, bener-bener besar lengan berkuasa di bisnis model alasannya ialah yang kita sasar fokus sameday delivery, hari itu sampai," jelasnya kepada detikcom, Selasa (17/12/2019).

Dia menjelaskan, konsep bisnis Garuda Tauberes lahir mengingat banyaknya peluang bagi maskapai untuk mengangkut barang. Namun, kurir enggan mengirimkan barangnya melalui pesawat alasannya ialah beberapa hal.

Sebutnya, kurir yang ingin mengirim barang lewat pesawat harus menyetor modal (deposit) untuk masing-masing maskapai. Sehingga, pengeluaran kurir untuk mengirim barang melalui pesawat besar.

"Ternyata, ketika ini agen-agen katakan JNE jikalau mau ngirim pesawat, kan maskapai banyak banget, ketika mau ngirim pesawat mereka harus deposit ke setiap airline, ke Garuda deposit Rp 1 miliar katakanlah , Citilink Rp 1 miliar, di NAM Rp 1 miliar, Lion Rp 1 miliar jadi biro yang mengirim pakai pesawat beliau harus sent Rp 5 miliar untuk punya deposit tiap maskapai, berarti gede banget biayanya," paparnya.


Bukan hanya itu, kurir atau biro pengiriman yang akan mengirim barang mesti memenuhi ketentuan beban semoga dapat mengirim di hari yang sama (sameday).

"Masalah kedua untuk agen, setiap kali mereka mau mengirim barang sameday, harus ada minimal kilogram, minimal kilogram itu 10 kg dan harganya minimal 10 kg," ujarnya.

"Dia jikalau hingga hari itu juga pakai pesawat, contohnya pengiriman dari Jogja ke Jakarta itu kan per item Rp 20 ribu jikalau misalkan pengen hingga hari itu si customer ini harus bayar 10 kg. Padahal, beliau barangnya 250 gram harusnya 1 kg, ini jikalau sameday delivery harus bayar 10 kg, jadi harus bayar Rp 200 ribu, secara customer mahal," tambahnya.

Lanjut ke halaman berikutnya

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2