Bkpm Cari Investor Garap Aplikasi Pertanahan Rp 7,3 T

Bkpm Cari Investor Garap Aplikasi Pertanahan Rp 7,3 T

Foto: Trio HamdaniFoto: Trio Hamdani

Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sedang mencari investor untuk menggarap proyek Sistem Informasi Pertanahan (SIP) Modern. Proyek aplikasi pertanahan ini diproyeksikan membutuhkan biaya Rp 7,3 triliun.

"Berdasarkan dokumen OBC (Outline Business Casek yang telah disusun, total investasi yang diperlukan untuk pengembangan proyek ini mencapai sekitar Rp 7,3 triliun," kata Deputi Bidang Perencanaan Penanam Modal BKPM Ikmal Lukman di BKPM, Jakarta Selatan, Selasa (17/12/2019).

Dia menjelaskan bahwa estimasi Internal Rate Return (IRR) alias tingkat pengembalian modal dari proyek ini yakni 14% dan jangka waktu kolaborasi selama 15 tahun.

"Cakupan proyek yang dikerjasamakan dengan pihak swasta mencakup pengembangan aplikasi eksisting sistem informasi pertanahan modern, pemeliharaan sistem informasi pertanahan modern, pengembangan modul perhiasan sistem informasi pertanahan modern, digitalisasi dan validasi data textual serta adjustment data spasial," sebutnya.


Selanjutnya, yang juga dikerjasamakan yakni pengadaan perangkat keras (hardware), kegiatan pendukung, serta menyediakan sumber daya untuk kegiatan operasional.

Dia menilai antusiasme pelaku perjuangan cukup tinggi terhadap proyek ini. Pada market sounding hari ini, akseptor yang hadir berasal dari dalam dan luar negeri.

"Berdasarkan catatan kami, terdapat sekitar 50 tubuh perjuangan yang berasal dari perusahaan swasta dan BUMN yang terdiri dari bidang perjuangan teknologi informasi, perbankan dan forum keuangan, konsultan serta asosiasi bisnis terkait," terangnya.

Dia menjelaskan bahwa Outline Business Case dari proyek ini masih dalam tahap penyempurnaan. Market sounding ini dilakukan untuk mendapat masukan dari pasar terhadap bentuk kolaborasi yang ditawarkan.

"Feedback dimaksud tidak saja dari sisi teknis tetapi juga sisi keuangan, sosial dan lingkungan bahkan alokasi risiko yang ditawarkan. Selanjutnya feedback tersebut akan menjadi masukan dalam penyempurnaan Outline Business Case," tambahnya.



Simak Video "BKPM Patok Harga Nikel Dalam Negeri US$ 30 Per Metrik Ton"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2