Cara Kementan Lindungi Temuan Bibit Unggul

Cara Kementan Lindungi Temuan Bibit Unggul

Foto: iStockFoto: iStock

Jakarta - Pemerintah lewat Kementerian Pertanian mempunyai agenda sumbangan Varietas Tanaman (PVT) sebagai bab dari Hak Kekayaan Intelektual untuk menjamin sumbangan aturan bagi para pemulia dalam menghasilkan varietas tanaman.

Hak ini diberikan Negara melalui Undang-Undang No. 29 Tahun 2000. Setelah hampir dua dekade, sistem sumbangan varietas tumbuhan telah berjalan cukup efektif dengan mendapatkan sekitar 752 permohonan dan menerbitkan sertifkat hak PVT untuk 472 varietas dan 118 masih dalam proses investigasi substantif.

Varietas-varietas tersebut berpotensi menjawab kebutuhan benih dalam negeri dan dimanfaatkan secara maksimal oleh petani. Pusat PVT terus mengerahkan upaya guna peningkatan jumlah varietas yang dilindungi tersebut.


Sistem PVT sejatinya merupakan titik yang strategis, stimulan energi dan motivasi kepada pemulia tumbuhan untuk lebih bisa menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki dalam menghasilkan karya intelektual terbaiknya, merakit varietas tumbuhan yang mempunyai sifat baru, unik, seragam, dan stabil (BUSS).

Selain itu system ini juga mendorong pemulia untuk terus melaksanakan riset dan penemuan secara berkelanjutan dengan hilirisasi hasil penemuan mereka.

Kepala Pusat PVTPP, Erizal Jamal, menyebutkan bahwa untuk merakit satu varietas diharapkan waktu kurang lebih 4-7 tahun dengan investasi dana miliaran rupiah.

Dari varietas yang dihasilkan hanya sekitar 10% yang berhasil dan dikembangkan secara komersial di masyarakat, sehingga dari sisi biaya dan waktu untuk menghasilkan satu varietas itu memerlukan pengorbanan yang besar, sehingga layak Negara memperlihatkan sumbangan pada hasil pemuliaan melalui PVT, dan benih yang dihasilkan dihargai secara layak. Kaprikornus jangan heran jikalau di Eropa harga satu kg benih tomat lebih mahal dari 1 kg emas.


Erizal Jamal juga memberikan bahwa sempurna di momen menuju 2 dekade ini, implementasi UU 29/2000, melalui penegakan aturan mulai diterapkan pegawapemerintah aturan di Indonesia.

Kasus pertama pelanggaran hak PVT atas Jagung bagus varietas Talenta yang dikala ini tengah dalam proses persidangan di pengadilan negeri Kediri, merupakan momentum dalam penegakan hokum PVT di masyarakat.

Melalui upaya ini para pihak akan mencicipi manfaat sumbangan dari varietas yang mereka hasilkan, kata beliau.

Pusat PVTPP menginisiasi Pekan Perlindungan Varietas Tanaman: Menuju 2 Dekade pada tanggal 16-18 Desember 2019 untuk memanggil, menggerakkan, memotivasi para pemulia tumbuhan untuk terus berinovasi serta mengapresiasi karya mereka melalui aktivitas ini.

Pekan PVT juga sebagai upaya kampanye nasional untuk menggalakkan dan mengedukasi prilaku masyarakat dalam menghargai PVT sebagai bentuk kekayaan intelektual.

Wujud upaya tersebut dihadirkan melalui 4 aktivitas utama dalam Pekan PVT ini yakni ekspo varietas varietas unggul PVT, simulasi peradilan perihal pelanggaran hak PVT, seminar pengembangan varietas lokal serta peluncuran buku PVTpedia dan profil varietasku untuk negeri.

Semua ini memperlihatkan informasi yang komprehensif dan visualisasi faktual perihal PVT dari sisi pengetahuan dan teknologi serta ranah aturan kepada masyarakat luas.



Simak Video " Petisi Ragunan, Kementan Cabut Gugatan ke Yeka Hendra Fatika "
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2