Cara Pemerintah Jualan Produk Ri Di Korsel

Cara Pemerintah Jualan Produk Ri Di Korsel

Foto: Agus Suparmanto (Andhika/detikcom)Foto: Agus Suparmanto (Andhika/detikcom)

Busan - Indonesia merupakan salah satu negara besar yang mempunyai banyak sekali macam sumber daya alam yang dapat diekspor. Ekspor menjadi acara yang tak terpisahkan dari pertumbuhan ekonomi hingga hubungan dengan negara kawan dagang.

Pekan lalu, Indonesia telah melaksanakan deklarasi bersama (Indonesia-Korea Comprehensif Economic Partnership Agreement/IK CEPA). Korea Selatan ialah negara yang mempunyai hubungan erat dengan Indonesia di sektor perdagangan

Karena itu, Menteri perdagangan Agus Suparmanto menjelaskan dengan deklarasi kedua negara dibutuhkan kanal pasar ekspor dan impor dapat terbuka lebar. "Perjanjian ini tidak hanya untuk pasar saja, tetapi juga salah satu jembatan untuk menarik investasi juga ke Indonesia," kata Agus dikala berbincang dengan detikcom pekan kemudian di Busan, Korea Selatan.

IK CEPA ini juga merupakan jalan untuk mencocokkan apa saja yang dibutuhkan dari kedua negara. Jika sudah menemukan kecocokan maka dapat diprospek peluang dan tantangan apa saja yang akan dihadapi. Kemudian bagaimana taktik untuk mencapai hal tersebut.


Dia menjelaskan, rujukan faktual ialah Hyundai yang sudah menanamkan modal dengan membangun pabrik di Indonesia. Dengan terbukanya jalan untuk pasar antara Indonesia dan Korea Selatan ini juga dapat membuat lapangan pekerjaan yang berorientasi ekspor sesuai dengan kode dari Presiden Joko Widodo.

Agus menyebut, dikala ini deklarasi bersama sudah dilakukan. Maka tinggal menunggu waktu ditandatangani pada tahun depan dan dijabarkan secara detail pelaksanaanya. "Sekarang kedua negara akan mengumpulkan poin-poin menyerupai tarif dan detail pelaksanaan perjanjian terkait kolaborasi Istimewa antara Indonesia dan Korea Selatan," imbuh dia.

Yang dibidik Indonesia di Korea Selatan ialah olahan kayu, ikan tuna, produk baja hingga produk kimia. Komoditas tersebut merupakan yang paling potensial untuk dijajaki dan dimasuki oleh Indonesia.

Selain itu, kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan juga akan menjadi lebih erat alasannya ialah nantinya akan ada perusahaan-perusahaan yang masuk untuk berinvestasi. "Nanti ada perusahaan yang mau ikut proses pembangunan Ibu Kota Baru. Banyak yang mau masuk dan ikutan, inikan tren positif juga untuk investasi," ujarnya.


Korea Selatan juga merupakan investor ketiga terbesar di Indonesia. Korsel berinvestasi di industri dasar menyerupai besi dan baja, petrokimia hingga aluminium. Selain itu, Korsel merupakan salah satu dari 5 ekonomi peringkat teratas di daerah ini. Dengan produk domestik bruto (PDB) US$ 31.350 per kapita per tahun pada 2018 dan mempunyai perekonomian serta lingkungan politik yang stabil.

Pada Trade Expo Indonesia tahun lalu, Korsel menjadi pembeli tetap. Saat itu ada 85 delegasi bisnis Korsel yang mengunjungi program tersebut dan transaksi yang berhasil dikantongi ialah US$ 34,9 juta dengan produk makanan olahan, produk agro, kulit, kopi, ganjal kaki, perhiasan, mebel, minyak esensial dan kerajinan tangan.





Simak Video "Agus Suparmanto Menghadap Jokowi di Istana"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2