Ct: Mengelola Ekonomi Dan Bisnis Kurun Kini Tidak Mudah

Ct: Mengelola Ekonomi Dan Bisnis Kurun Kini Tidak Mudah

Foto: Chairul Tanjung (Eduardo Simorangkir/detikFinance)Foto: Chairul Tanjung (Eduardo Simorangkir/detikFinance)

Jakarta - Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung bercerita mengenai kondisi ekonomi ketika ini. Pria yang erat disapa CT tersebut menjelaskan kondisi ekonomi dunia ketika ini yang penuh dengan ketidakpastian.

"Mengelola ekonomi dan bisnis di masa kini tidak mudah. Kita tahu banyak tantangan dan perubahan yang terjadi," kata CT dalam sambutannya pada program CNBC Indonesia Award 2019 di The Westin, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Di depan mantan Wapres RI Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, CT menjelaskan aneka macam kondisi yang menjadikan ketidakpastian ekonomi dunia. Di antaranya perang dagang Amerika Serikat (AS)-China, British Exit (brexit), sampai demonstrasi anti pemerintah yang terjadi di Hong Kong.

"Perubahan sikap pasar alasannya yakni digitalisasi dan berubahnya demografi dengan masuknya milenial ke pasar tentu juga akan besar lengan berkuasa ke pengambilan keputusan," kata CT.


"Menghadapi ini, tentu para pebisnis tidak sanggup mengandalkan bisnis as usual. Perlu langkah atau extraordinary effort untuk keluar dari tantangan yang ada," sambungnya.

Meski penuh dengan ketidakpastian global, CT optimistis masih banyak peluang dan jalan keluar yang sanggup ditempuh dalam mengembalikan momentum bangkitnya ekonomi Indonesia. Hal ini pula yang mendorong diselenggarakannya CNBC Indonesia Awards 2019 dengan tema 'Menyongsong Indonesia Bangkit 2020'.

Lewat program ini, sejumlah stakeholder di bidang swasta dan pemerintah mendapatkan penghargaan alasannya yakni dianggap berhasil menjaga optimisme ekonomi dalam negeri. Acara ini diperlukan sanggup menjadi salah satu momentum bangkitnya ekonomi Indonesia.

Simak Video "Chairul Tanjung Resmikan 3 Masjid dan 9 Sekolah Baru di Palu"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2