Daya Beli Turun, Indonesia Tertolong Gengsi Orang Kaya Baru

Daya Beli Turun, Indonesia Tertolong Gengsi Orang Kaya Baru

Ilustrasi/Foto: shutterstockIlustrasi/Foto: shutterstock

Jakarta - Daya beli masyarakat belakangan ini sering dikabarkan menurun. Isu ini cukup penting karena daya beli akan mensugesti konsumsi masyarakat yang merupakan motor paling besar dari pertumbuhan ekonomi yakni sekitar 50-60%.

Menteri Keuangan Indonesia abad 2013-2014 Muhammad Chatib Basri juga melihat adanya penurunan daya beli khususnya di masyarakat pendapatan kelas menengah. Hal itu diakibatkan belum pulihnya kegiatan bisnis.

Namun kondisi ini menurutnya tak perlu dikhawatirkan. Sebab penurunan daya beli di masyarakat kelas menengah membutuhkan waktu untuk mensugesti konsumsi. Penyebabnya yakni gengsi.

"Orang jikalau sudah sering makan yummy untuk sekali saja makan masakan nggak yummy butuh waktu. Kaprikornus konsumsi bukan hanya tergantung pendapatan, tapi dari teladan konsumsi kita di masa lalu," ujarnya.



Saat ini memang diakuinya terjadi penurunan daya beli. Namun Chatib memprediksi pengaruhnya terhadap konsumsi gres terasa sekitar 2-3 tahun.

"Jadi konsumsi gres akan turun mungkin makan waktu 2-3 tahun. Orang itu praktis kaya maknanya ada OKB (orang kaya baru), tapi sulit untuk miskin. Itu alasannya yakni beliau akan maintenance supaya kelihatan kaya terus, padahal pendapatannya turun," terangnya.

Bukti dari gengsi masyarakat kelas menengah Indonesia untuk menjaga citranya sebagai OKB yakni berkurangnya tabungan Rp 100 juta ke bawah di perbankan.

"Saving Rp 100 juta itu turun. Kaprikornus beliau ambil tabungannya untuk maintenance konsumsinya," tutupnya.



Daya Beli Turun, Indonesia Tertolong Gengsi Orang Kaya Baru


Simak Video "Raline Shah dan Derby Romero Terhanyut Skenario ''Orang Kaya Baru''"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2