Direksi Dirombak, Saham Garuda Dapat Terbang Setinggi Apa Ya?

Direksi Dirombak, Saham Garuda Dapat Terbang Setinggi Apa Ya?

Foto: Istimewa/Garuda IndonesiaFoto: Istimewa/Garuda Indonesia

Jakarta - Pelaku pasar modal menyambut baik perombakan direksi PT Garuda Indonesia Tbk yang sebelumnya dipimpin Ari Askhara. Buktinya belakangan ini saham GIAA cenderung menguat.

Hingga penutupan sesi I siang ini saham GIAA tercatat naik 1% ke posisi Rp 505. Frekuensi transaksi GIAA hingga siang ini sudah 613 kali. Lalu sebanyak 3,87 juta lembar saham berpindah tangan dengan nilai Rp 1,97 miliar.

Para analis pasar modal menilai penguatan saham GIAA disebabkan perombakan direksi yang merupakan buntut dari skandal penyelundupan Harley-Davidson dan Brompton. Pelaku pasar menaruh cita-cita besar adanya perubahan pengelolaan perusahaan yang lebih baik.

Lalu kira-kira hingga setinggi apa saham GIAA akan terbang?

Analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, para pelaku pasar berharap administrasi yang gres akan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dengan baik. Dengan begitu diperlukan kinerja mendasar keuangan perusahaan juga akan membaik.

Nafan memprediksi saham GIAA masih akan terus melambung jikalau cita-cita itu benar terjadi. Secara jangka panjang beliau prediksi saham GIAA sanggup mencapai Rp 725 atau 43% lebih tinggi dari posisi ketika ini.

"GIAA berpotensi menuju ke level Rp 725 dalam estimasi jangka panjang," katanya kepada detikcom, Kamis (12/12/2019).



Sementara Analis Artha Sekuritas Nugroho Rahmat Fitriyanto menawarkan prediksi secara jangka pendek. Dia melihat saham GIAA sanggup mencapai Rp 550 per lembar dalam waktu bersahabat yang juga didorong faktor musiman bisnis maskapai.

"Secara musiman di Desember jumlah penumpang lebih banyak 13,4% dibanding bulan-bulan lainnya di mana hal ini sanggup menjadi sentimen positif," ucapnya.

Menurutnya administrasi yang telah ditendang memang terbilang cukup berhasil dalam menaikkan harga tiket dan membawa keuangan Garuda nyata dari awal tahun ini.

Namun hal itu bukan hanya lantaran manajemen, tapi ada kaitannya dengan pasar penerbangan yang cenderung oligopoli di Indonesia. Terutama untuk penerbangan domestik.

"Jadi ke depan saya lihat administrasi baru, selama mereka sanggup maintain pangsa pasar yang mereka miliki di Indonesia, risiko penurunan passenger yield itu kecil," ucapnya.

Lagi pula, kasus penyelundupan yang menyeret administrasi usang dilihat pasar sebagai potensi pendapatan yang hilang dari sisi bisnis kargo. Kesempatan itu justru diambil untuk memenuhi laba pribadi.

"Jadi harusnya dengan administrasi gres yang lebih bersih, selama kondisi yang baik ini sanggup di-maintain, persepsi pasar ke GIAA masih akan baik," tutupnya.



Simak Video "Garuda Indonesia Perkenalkan Armada Barunya, Yuk Intip!"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2