Duh! Ri Ternyata Masih Impor Aspal

Duh! Ri Ternyata Masih Impor Aspal

Foto: Dok.Kementerian PUPRFoto: Dok.Kementerian PUPR

Jakarta - Pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur selama lima tahun ke depan tetap menjadi prioritas. Untuk menunjang kegiatan tersebut, Presiden Jokowi mengingatkan mengenai material yang kebutuhannya belum sanggup dipenuhi oleh produk dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan material aspal yang dipakai untuk membangun infrastruktur masih diimpor sekitar 40% dari total kebutuhan.

"Terkait dengan aspal, kita masih ada impor kira-kira 40%," kata Airlangga di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Pemerintah mencatat masih terjadi gap antara suplai dan kebutuhan material. Misalnya kebutuhan aspal sebesar 650.000 ton gres terpenuhi 70%, lalu kebutuhan baja 9 juta ton gres terpenuhi 60%.

"Kita ada aktivitas campur aspal dengan karet, sehingga harapannya demand dengan karet akan meningkat," ujarnya.


Sementara Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang menyampaikan pemerintah akan membuka lebar pintu investasi aspal dan baja di tanah air. Sehingga, kebutuhan material pembangunan infrastruktur sanggup dipenuhi oleh produk dalam negeri.

"Kan banyak yang sanggup disiapkan di dalam negeri menyerupai beton, semen, keramik, kaca, banyak sekali macam jenis industri yang sanggup mendukung pembangunan infrastruktur. Karet juga sudah siap," kata Agus.

Khusus untuk baja, Agus mengaku sudah ada penjajakan kolaborasi antara Posco dengan Krakatau Steel.

"Kalau baja, Posco (Korea) sebentar lagi akan bekerja sama dengan Krakatau Steel untuk memulai sepuluh cluster barunya. Ini investasinya jenis turunan yang baru. Itu juga investasi yang cukup signifikan, tapi ini pengembangan," ungkap Agus.



Simak Video "Ridwan Hisjam Ngotot Kaprikornus Caketum Golkar, Airlangga Santai"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2