Ekspor Isuzu Traga Sanggup Kemudahan Kite, Apakah Itu?

Ekspor Isuzu Traga Sanggup Kemudahan Kite, Apakah Itu?

Foto: Rengga SancayaFoto: Rengga Sancaya

Jakarta - Isuzu Traga yang dilepas ekspor ke Filipina oleh Presiden Jokowi ternyata telah mendapat akomodasi KITE. Fasilitas apakah itu?

"Ekspor Isuzu Traga telah mendapat Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dari Bea dan Cukai yang merupakan salah satu akomodasi untuk mendukung ekspor industri manufaktur, berupa pembebasan bea masuk dan PPn dan/atau PPnBM impor tidak dipungut untuk impor materi baku yang diolah, dirakit, dipasang pada barang dan hasil produksinya akan diekspor," ungkap Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai Syarif Hidayat dalam keterangannya, Jumat (13/12/2019).

Syarif menyampaikan Bea Cukai dalam menjalankan fungsinya sebagai trade facilitator dan industrial assistance terus memperlihatkan kemudahan berusaha kepada pelaku industri. Hal itu untuk mendorong peningkatan investasi dan ekspor.


Sebelumnya, PT Isuzu Astra Motor Indonesia telah mendapat Fasilitas KITE dari Bea Cukai melalui Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat pada Oktober 2019. Isuzu Astra motor juga telah melaksanakan impor materi baku untuk memproduksi Isuzu Traga.

Dari impor tersebut, Isuzu Astra Motor mendapat pembebasan bea masuk dan tidak dipungut PPN impor. Hal ini tentu sangat membantu, terutama dalam cash flow perusahaan.

Pada tahun 2015, PT Isuzu Astra Motor Indonesia memindahkan pabrik yang sebelumnya berada di Pondok Ungu, Bekasi ke pabrik gres di Kawasan Suryacipta City of Industry di Karawang. Pabrik Isuzu Karawang Plant mempunyai luas lahan 30 hektar dengan kapasitas regular 52.000 unit per tahun dan sanggup dioptimalkan sampai menjadi 80.000 unit per tahun.

Pendirian perusahaan ini memperlihatkan imbas yang sangat besar bagi perekonomian Indonesia, khususnya di Kabupaten Karawang. Dengan penanaman investasi senilai Rp 2 triliun, perusahaan berhasil menyerap hampir 1000 tenaga kerja terampil dari kawasan Karawang dan sekitarnya.

Selain itu, perusahaan memperlihatkan penambahan devisa yang tidak kalah besar senilai Rp400 miliar per tahunnya kepada negara, dengan asumsi akan memperlihatkan pemberian kepada negara senilai Rp5 miliar per tahun dari segi PPh 22.

Filipina ialah negara tujuan pertama dari ekspor Isuzu Traga dengan planning total 6.000 unit sampai selesai tahun 2020 dan akan memperlihatkan bantuan pada devisa Negara diestimasikan mencapai US$ 66.000.000 per tahun.

Pada tiga tahun ke depan, Isuzu Indonesia berencana untuk memperluas negara tujuan ekspor Isuzu Traga sampai lebih dari 20 negara, tidak hanya di Asia Tenggara, namun juga Timur Tengah, Amerika Latin, serta beberapa negara di Afrika.

Syarif menambahkan ekspor dari Isuzu Traga ini tidak hanya berdampak pada bundar internal dari Isuzu Indonesia sendiri, melainkan juga pada bundar eksternal bisnis Isuzu.


"Kegiatan ekspor membutuhkan penambahan supplier sampai total supplier yang terlibat mencapai 119 perusahaan. Secara keseluruhan, ekspor akan memperlihatkan pelengkap penghasilan bagi para supplier sampai USD 9.000.000 per tahun, serta penambahan omset untuk perusahaan logistik sanggup mencapai US$ 300.000 per tahun," tambah Syarif.

Selanjutnya, dikala ini Bea Cukai terus berfokus untuk melaksanakan fungsi trade facilitator dan industrial assistance nya secara lebih masif lagi. Hal itu untuk mendukung dan meningkatkan investasi dan ekspor serta mendukung neraca perdagangan nasional semoga terus meningkat.

Dengan gebrakan dari Isuzu Traga ini, dibutuhkan akan bisa lebih memacu industry manufaktur Indonesia. Industri otomotif maupun non-otomotif bisa berlomba-lomba memanfaatkan akomodasi KITE dan fasilitas-fasilitas lainnya yang diberikan Bea Cukai untuk bahu-membahu meningkatkan ekspor Indonesia dan bersaing dalam pasar dunia.

Simak Video "Bea-Cukai Pasar Baru Binasakan Barang Terlarang, Ada Senjata Api!"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2