Erick Batasi Anak Perjuangan Bumn, Kementerian: Harus Persetujuan Menteri

Erick Batasi Anak Perjuangan Bumn, Kementerian: Harus Persetujuan Menteri

Foto: Hendra KusumaFoto: Hendra Kusuma

Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir Erick Thohir melaksanakan pembatasan pembentukan anak perusahaan pelat merah. Pembatasan dilakukan lewat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-315/MBU/12/2019 perihal Penataan Anak Perusahaan atau Perusahaan Patungan di Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.

Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga menyampaikan perusahaan negara masih bisa membentuk anak perjuangan lewat izin Erick. Ia juga menegaskan Kepmen tersebut dibentuk bukan alasannya yakni skandal Garuda Indonesia kemarin.

"Bukan moratorium, dalam arti kalau mau dibentuk bisa tapi minta persetujuan pak Menteri. Aturan dibentuk bukan alasannya yakni Garuda kemarin," ujar Arya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (13/12/2019).

Arya menyampaikan ketika ini jumlah anak perjuangan BUMN yang tidak sesuai dengan bisnis utamanya. BUMN yang mempunyai bisnis serupa ibarat air minum juga jumlahnya mencapai puluhan.

"Banyak belum dewasa perusahaan contohnya air minum ada 22, belum lagi rumah sakit banyak betul," tuturnya.

Gabungkan dan Tutup Anak Usaha

PT Pertamina (Persero) saja contohnya mempunyai lebih dari 140 anak perusahaan, lalu ada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang anak perusahaannya mencapai puluhan. Kementerian BUMN membuka peluang menggabungkan anak perjuangan BUMN yang mempunyai bisnis serupa atau menutupnya jikalau kinerjanya tidak baik.

"Maka akan dilakukan ,akan ditanya ini kepada nanti masing-masing perusahaan apakah akan digabungkan di-merger atau kalau tidak ada gunanya ditutup," ujarnya.

Lantas berapa idealnya BUMN mempunyai anak perusahaan? Arya tidak membatasi jumlahnya, asal mendukung bisnis utamanya, anak perjuangan bisa saja dibuat.

"Nggak bisa bilang (idealnya). Apakah itu support core business-nya," katanya.

Sedangkan jikalau anak perjuangan BUMN tidak menawarkan bantuan bagi induknya, maka bukan mustahil dijual ke perusahaan pelat merah lain. Misalnya, salah satu BUMN mempunyai bisnis hotel namun kurang baik, maka BUMN perhotelan yang akan mengambil alihnya.

"Misal perusahaan hotel maka mungkin Inna Hotel beli. Mekanisme beli harus ada cuma nanti cari upaya Inna Hotel bisa beli hotel tersebut. Kementerian akan cari cara," tambahnya.





Simak Video "Aksi Erick Thohir Benahi BUMN, Rekrut Ahok sampai Chandra Hamzah"
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama
Header Ads
Ads2